\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2

BERITA TERBARU

\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2

BERITA TERBARU

\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2

BERITA TERBARU

\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2

BERITA TERBARU

\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2

BERITA TERBARU

\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2

BERITA TERBARU

\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2

BERITA TERBARU

\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2

BERITA TERBARU

\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2

BERITA TERBARU

\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2

BERITA TERBARU

\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2

BERITA TERBARU

\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2

BERITA TERBARU

\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2

BERITA TERBARU

\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2

BERITA TERBARU

\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2

BERITA TERBARU

\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Namun, rencana pembatasan tersebut tidak berlanjut menjadi kebijakan yang diterapkan di SPBU wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Selain itu, optimalisasi operator dan nozzle SPBU juga disebut sebagai bagian dari upaya mengurai antrean kendaraan, khususnya di Manado dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, rencana pembatasan tersebut tidak berlanjut menjadi kebijakan yang diterapkan di SPBU wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Dalam skema tersebut, kendaraan dengan angka terakhir pelat nomor ganjil atau genap direncanakan mendapat giliran pengisian BBM sesuai tanggal yang ditentukan. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, optimalisasi operator dan nozzle SPBU juga disebut sebagai bagian dari upaya mengurai antrean kendaraan, khususnya di Manado dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, rencana pembatasan tersebut tidak berlanjut menjadi kebijakan yang diterapkan di SPBU wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Sebelumnya, muncul infografis yang menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pertamina akan menerapkan sistem ganjil-genap di seluruh SPBU mulai Jumat, 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema tersebut, kendaraan dengan angka terakhir pelat nomor ganjil atau genap direncanakan mendapat giliran pengisian BBM sesuai tanggal yang ditentukan. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, optimalisasi operator dan nozzle SPBU juga disebut sebagai bagian dari upaya mengurai antrean kendaraan, khususnya di Manado dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, rencana pembatasan tersebut tidak berlanjut menjadi kebijakan yang diterapkan di SPBU wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Dengan keputusan ini, masyarakat tidak diberlakukan pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan angka terakhir pelat nomor kendaraan, sebagaimana rencana yang sebelumnya beredar.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, muncul infografis yang menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pertamina akan menerapkan sistem ganjil-genap di seluruh SPBU mulai Jumat, 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema tersebut, kendaraan dengan angka terakhir pelat nomor ganjil atau genap direncanakan mendapat giliran pengisian BBM sesuai tanggal yang ditentukan. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, optimalisasi operator dan nozzle SPBU juga disebut sebagai bagian dari upaya mengurai antrean kendaraan, khususnya di Manado dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, rencana pembatasan tersebut tidak berlanjut menjadi kebijakan yang diterapkan di SPBU wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Kepastian pembatalan tersebut disampaikan Agung, perwakilan Pertamina Patra Niaga, pada Kamis (15\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dengan keputusan ini, masyarakat tidak diberlakukan pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan angka terakhir pelat nomor kendaraan, sebagaimana rencana yang sebelumnya beredar.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, muncul infografis yang menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pertamina akan menerapkan sistem ganjil-genap di seluruh SPBU mulai Jumat, 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema tersebut, kendaraan dengan angka terakhir pelat nomor ganjil atau genap direncanakan mendapat giliran pengisian BBM sesuai tanggal yang ditentukan. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, optimalisasi operator dan nozzle SPBU juga disebut sebagai bagian dari upaya mengurai antrean kendaraan, khususnya di Manado dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, rencana pembatasan tersebut tidak berlanjut menjadi kebijakan yang diterapkan di SPBU wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

Sebagai gantinya, PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan BBM untuk mengantisipasi antrean panjang dan laporan kekosongan stok di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).<\/p>\n\n\n\n

Kepastian pembatalan tersebut disampaikan Agung, perwakilan Pertamina Patra Niaga, pada Kamis (15\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dengan keputusan ini, masyarakat tidak diberlakukan pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan angka terakhir pelat nomor kendaraan, sebagaimana rencana yang sebelumnya beredar.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, muncul infografis yang menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pertamina akan menerapkan sistem ganjil-genap di seluruh SPBU mulai Jumat, 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema tersebut, kendaraan dengan angka terakhir pelat nomor ganjil atau genap direncanakan mendapat giliran pengisian BBM sesuai tanggal yang ditentukan. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, optimalisasi operator dan nozzle SPBU juga disebut sebagai bagian dari upaya mengurai antrean kendaraan, khususnya di Manado dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, rencana pembatasan tersebut tidak berlanjut menjadi kebijakan yang diterapkan di SPBU wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2
\n

PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Sulawesi Utara (Sulut) dipastikan batal.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai gantinya, PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan BBM untuk mengantisipasi antrean panjang dan laporan kekosongan stok di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).<\/p>\n\n\n\n

Kepastian pembatalan tersebut disampaikan Agung, perwakilan Pertamina Patra Niaga, pada Kamis (15\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dengan keputusan ini, masyarakat tidak diberlakukan pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan angka terakhir pelat nomor kendaraan, sebagaimana rencana yang sebelumnya beredar.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, muncul infografis yang menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pertamina akan menerapkan sistem ganjil-genap di seluruh SPBU mulai Jumat, 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema tersebut, kendaraan dengan angka terakhir pelat nomor ganjil atau genap direncanakan mendapat giliran pengisian BBM sesuai tanggal yang ditentukan. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, optimalisasi operator dan nozzle SPBU juga disebut sebagai bagian dari upaya mengurai antrean kendaraan, khususnya di Manado dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, rencana pembatasan tersebut tidak berlanjut menjadi kebijakan yang diterapkan di SPBU wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6219,"post_author":"1","post_date":"2026-10-15 22:55:46","post_date_gmt":"2026-10-15 14:55:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6025,"post_author":"1","post_date":"2026-10-12 18:51:29","post_date_gmt":"2026-10-12 10:51:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,\u201d ujar Yulius.<\/p>\n\n\n\n

Pesan untuk calon aparatur negara<\/h1>\n\n\n\n

Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.<\/p>\n\n\n\n

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence<\/em> (AI), serta pemanfaatan big data<\/em> dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n

Pemimpin harus hadirkan solusi nyata<\/h1>\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.<\/p>\n\n\n\n

Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Gubernur Sulut Yulius Selvanus Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN","post_excerpt":"Penghargaan ini menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam pemerintahan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gubernur-sulut-yulius-selvanus-terima-penghargaan-kartika-pamong-praja-madya-dari-ipdn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-12 19:00:23","post_modified_gmt":"2026-10-12 11:00:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6025","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4328,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:08:13","post_date_gmt":"2026-09-21 15:08:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari laporan berbagai sumber yang dirangkum, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa operasi tersebut menjaring 14 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin. Sejumlah ruangan instansi di lingkungan Pemda Bolmut juga disegel.<\/p>\n\n\n\n

Saat laporan itu diterbitkan, perkara yang mendasari operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Para pihak yang diamankan disebut masih berstatus terperiksa.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin memiliki riwayat pendidikan hingga jenjang doktor dan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa. Berdasarkan profilnya di Goodkind, gelar pendidikan yang tercantum adalah Dr., S.E., dan M.Ec.Dev., dengan pendidikan tertinggi berupa jenjang doktor yang ditempuh pada 2021\u20132024.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kena OTT KPK, Sejumlah Ruangan Instansi di Pemda Disegel<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Boroko pada 1982\u20131988. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boroko pada 1989\u20131991 dan SMEA Negeri Palu pada 1993\u20131995.<\/p>\n\n\n\n

Sirajudin menempuh pendidikan sarjana di STIE Panca Bhakti Palu pada 1996\u20132002 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Studi magisternya dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada pada 2011\u20132013 dengan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.).<\/p>\n\n\n\n

Pendidikan tertinggi yang tercatat dalam sumber tersebut adalah program doktor di Universitas Negeri Gorontalo pada 2021\u20132024. Gelar Doktor (Dr.) ditempatkan di depan namanya.<\/p>\n\n\n\n

Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa. Sirajudin pernah menjadi ketua bidang BEM STIE Panca Bhakti Palu pada 1998\u20131999 dan ketua umum BPM pada 1999\u20132000. Ia juga tercatat sebagai pengurus HMI Komisariat kampus tersebut pada 1998\u20132002.<\/p>\n\n\n\n

Di Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin pernah memimpin DPD KNPI pada 2007\u20132008. Riwayat organisasinya juga mencakup Majelis Pertimbangan DPD BKPRMI pada 2014\u20132018 serta presidium Majelis Daerah KAHMI pada 2016\u20132025.<\/p>\n\n\n\n

Dalam data pencalonan yang dimuat Goodkind, Sirajudin tercatat sebagai calon bupati nomor urut 3 dengan dukungan PDI Perjuangan dan PPP. Visi pencalonannya menekankan peningkatan daya saing Bolaang Mongondow Utara.<\/p>\n\n\n\n

Misinya meliputi peningkatan kualitas masyarakat, penguatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, serta penyelenggaraan pemerintahan efektif dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjerat OTT KPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"profil-sirajudin-lasena-bupati-bolmut-yang-terjerat-ott-kpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:08:16","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:08:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4328","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4314,"post_author":"10","post_date":"2026-09-21 20:32:03","post_date_gmt":"2026-09-21 12:32:03","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Momentum hari ulang tahun (HUT) menjadi ruang untuk menyampaikan doa, harapan, sekaligus pesan bagi sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan dan pengabdian.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Prananda Surya Paloh pada Senin, (21\/09\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Bukan sekadar ucapan selamat, Samsudin juga menitipkan doa agar putra tercinta dari Ketua Umum Partai Nasdem senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalani setiap langkah perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSelamat hari ulang tahun, Kaka Prananda Surya Paloh. Semoga senantiasa selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta\u2019ala,\u201d ungkap Samsudin.<\/p>\n\n\n\n

Di balik ucapan tersebut, terselip sebuah harapan agar perjalanan Prananda Surya Paloh ke depan terus memberikan arti dan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTeruslah menjadi inspirasi dalam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Samsudin, bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka. Ada perjalanan, perjuangan dan pengabdian yang diharapkan terus berlanjut dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n

Doa pun dipanjatkan agar setiap langkah Prananda Surya Paloh senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT, serta mampu terus menghadirkan inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n","post_title":"Doa Sadam di HUT Prananda Surya Paloh: Teruslah Jadi Inspirasi untuk Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"doa-sadam-di-hut-prananda-surya-paloh-teruslah-jadi-inspirasi-untuk-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 20:39:55","post_modified_gmt":"2026-09-21 12:39:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3890,"post_author":"10","post_date":"2026-09-18 09:18:04","post_date_gmt":"2026-09-18 01:18:04","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Upaya menghadirkan payung hukum yang menjamin perlindungan tenaga kerja di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengonsultasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, pada Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD, terutama untuk memastikan setiap materi yang dirumuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Ranperda ini dirancang sebagai landasan hukum daerah dalam memperkuat perlindungan, kepastian, dan pemenuhan hak jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara. Aturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan yang dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu perwakilan Pansus DPRD Sulut, Lucia Kristna Mokoginta menyampaikan bahwa masukan dari Kemenkumham diperlukan untuk menelaah setiap pasal dalam rancangan tersebut. Langkah itu penting agar Ranperda tidak bertentangan dengan peraturan nasional maupun menimbulkan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Konsultasi diterima oleh Frangky A. Hendra Zachawerus. Ia menyambut baik inisiatif DPRD Sulawesi Utara dalam menyusun regulasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Frangky, Kemenkumham memiliki peran strategis dalam proses penyelarasan produk hukum daerah. Penelaahan diperlukan agar peraturan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi prosedur pembentukan, tetapi juga memiliki substansi yang berkualitas, konsisten, dan dapat dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami berperan sebagai mitra penyelarasan. Setiap materi muatan yang diusulkan akan kami telaah dari sisi kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan di atasnya, sehingga peraturan daerah yang lahir nanti benar-benar dapat diberlakukan, tidak bermasalah secara hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,\u201d ujar Frangky.<\/p>\n\n\n\n

Hasil konsultasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pansus untuk memperbaiki dan menyempurnakan draf Ranperda sebelum memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPRD Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Pelibatan Kemenkumham sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat proses harmonisasi. Dengan demikian, Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera disahkan menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulut Diperkuat, Pansus Konsultasi ke Kemenkumham","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ranperda-jaminan-sosial-ketenagakerjaan-sulut-diperkuat-pansus-konsultasi-ke-kemenkumham","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 09:18:06","post_modified_gmt":"2026-09-18 01:18:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 2 1 2

Sulawesi Utara

Laman 1 of 2 1 2