PROBACA.COM – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12/10/2026).
Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghargaan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., civitas akademika, dan para praja, Yulius menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.
“Penganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Yulius.
Pesan untuk calon aparatur negara
Selain menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, Yulius memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.
Ia menekankan pentingnya membangun aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Menurut Yulius, keberhasilan pemerintahan dan pembangunan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, calon pamong praja dituntut tidak hanya menguasai urusan administratif, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.
Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta pemanfaatan big data dan perubahan ekonomi global, turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh aparatur pemerintah.
Yulius mengingatkan bahwa birokrasi harus terus beradaptasi agar mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik.
Pemimpin harus hadirkan solusi nyata
Dalam sambutannya, Yulius juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas sekaligus mengayomi. Menurutnya, seorang pemimpin perlu membangun sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan pembangunan.
Ia menegaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui kewenangan atau kebijakan administratif. Pemimpin juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata.
Pesan tersebut, menurut Yulius, sejalan dengan nilai-nilai kepamongprajaan yang menempatkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tanggung jawab aparatur negara.
Kepada para praja, ia mengajak calon aparatur pemerintahan agar mengambil peran aktif dalam pembangunan, bukan sekadar mengikuti perubahan yang terjadi.
“Jangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!” tegasnya.
Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian serta mendorong penerapan nilai-nilai kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Bagi Yulius, kehormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa, dan negara.
***















































