PROBACA.COM – Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) mendorong pengelola destinasi wisata untuk tidak hanya mengejar jumlah pengunjung. Pengelola juga diminta terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan untuk memperkuat daya saing industri pariwisata.
Dorongan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Musyawarah Nasional (Munas) PUTRI 2026 yang digelar di Yogyakarta, Jumat (6/11/2026). Munas itu mengusung tema “Sinergi Wellness dan Pariwisata untuk Kebangkitan Ekonomi Nasional”.
Ketua Umum DPP PUTRI Hans Manansang mengatakan industri atraksi wisata memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi bagi pelaku usaha maupun masyarakat di daerah.
“Tempat atraksi harus mampu menjadi pionir dalam hospitality dan bisnis pariwisata. Kita tidak bisa hanya mengandalkan daya tarik yang sudah ada, tetapi harus terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menciptakan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Hans dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).
Menurut Hans, perubahan perilaku wisatawan menuntut pengelola destinasi menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan, bukan hanya meningkatkan jumlah kunjungan.
Sejumlah aspek yang perlu diperhatikan mencakup penguatan sumber daya manusia (SDM), penerapan standar keselamatan, peningkatan pelayanan, serta pemanfaatan teknologi digital. Pengembangan produk dan layanan wisata juga dinilai penting agar destinasi tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah persaingan industri pariwisata.
Dalam lima tahun terakhir, PUTRI menjalankan sejumlah upaya untuk memperkuat ekosistem industri taman rekreasi dan atraksi wisata. Selama periode kepengurusan 2021-2026, organisasi tersebut memperluas jaringan daerah serta menjalin kolaborasi dengan berbagai asosiasi pariwisata.
Kerja sama juga dikembangkan dengan sejumlah mitra dari sektor perbankan, penyedia layanan tiket, asuransi, kesehatan, dan sektor pendukung lainnya.
Di tingkat internasional, PUTRI turut meningkatkan keterlibatannya dalam forum industri global, termasuk melalui penyelenggaraan IAAPA Summit di Indonesia.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Disadur dari laporan Detikcom



















