PROBACA.COM – Kebakaran di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karawang belum sepenuhnya padam hingga Kamis (15/10/2026) pagi. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Karawang masih melakukan pendinginan karena sejumlah titik api masih ditemukan.
“Saat ini masih proses pendinginan, masih ada beberapa titik api, tetapi relatif kecil, informasi sementara,” kata petugas call center Damkar Karawang saat dihubungi, Kamis (15/10/2026).
Informasi awal kebakaran diterima sekitar pukul 22.50 WIB pada Rabu (14/10) malam. Hingga Kamis pagi, petugas masih fokus menangani sisa api dan penyebab kebakaran belum diketahui.
“Masih fokus pemadaman, ada peninjauan Pak Bupati juga,” kata petugas call center Damkar Karawang.
Baca Juga
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyampaikan sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Proses pemadaman turut dibantu petugas damkar dari kawasan industri KIIC dan Kodim Karawang.
“Ada delapan unit armada yang diturunkan untuk melakukan pemadaman,” kata Komandan Peleton 3 Damkar BPBD Kabupaten Karawang, Rudi Suwardi, dilansir Antara.
Berdasarkan informasi dan pantauan di lapangan, sebagian besar bangunan kantor BPN Karawang hangus terbakar. Sejumlah aset dan dokumen penting yang berada di dalam kantor juga ikut terbakar.
Kantor BPN Karawang berada di pinggir jalan raya, tepatnya di Jalan Ahmad Yani. Kebakaran sempat mengakibatkan arus lalu lintas terganggu, sementara sejumlah warga memadati lokasi untuk menyaksikan dan merekam kejadian.
Rudi mengatakan sumber atau titik awal api belum dapat dipastikan karena masih dalam pemeriksaan.
“Kalau penyebabnya belum diketahui secara pasti, ini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Saat petugas tiba, api yang membakar gedung perkantoran tersebut sudah cukup besar sehingga penanganan intensif langsung dilakukan. Petugas memastikan tidak ada korban jiwa karena kantor dalam kondisi kosong saat kejadian.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Disadur dari laporan Detikcom
















































