
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n
Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n
Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n
Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n
Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n
Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n
Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n
Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n
Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n
Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n
Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n
Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n
Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n
Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n
Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; ***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6078,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 14:38:55","post_date_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content":" PROBACA.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Rapat tersebut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Pangdam dan Kapolda kedua provinsi tersebut.<\/p> Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, rapat membahas sejumlah perkembangan dan langkah penanganan karhutla. Berdasarkan laporan Kepala BNPB, sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi yang paling terdampak masih dalam proses pemadaman.<\/p> \u201cSaat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,\u201d ujar Seskab Teddy.<\/p> Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata berada di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya, kata Teddy.<\/p> Selain operasi darat, pemadaman juga dilakukan melalui operasi udara. \u201cOperasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,\u201d imbuh Seskab Teddy.<\/p> Teddy menyebut kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.<\/p> \u201cPresiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,\u201d pungkas Seskab Teddy.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n Disadur dari laporan Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Penanganan Karhutla di Enam Provinsi Terus Berlanjut","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 14:38:55","post_modified_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6070,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 10:30:50","post_date_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content":" PROBACA.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Papua, khususnya Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan Mimika menjadi salah satu daerah yang paling terdampak dan meminta pemerintah pusat segera membantu penanganan.<\/p> Dilansir Antara, Selasa (13\/10\/2026), Rettob mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika telah melaporkan kondisi tersebut ke Jakarta agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan.<\/p> \"Kami sudah laporkan ke Jakarta supaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus turun tangan,\" ujarnya.<\/p> Menurut Rettob, kabut asap kiriman dari Merauke membuat wilayah Mimika hampir sepekan tertutup asap tebal yang semakin parah. Pemerintah Kabupaten Mimika kemudian mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD).<\/p> Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMP, SMA, dan SMK tetap berjalan seperti biasa dengan kewajiban menggunakan masker.<\/p> \"Kebakaran hutan bukan di Mimika, yang bisa kami lakukan adalah langkah-langkah penanggulangan seperti pembagian masker. Wilayah kita ini terkena dampak akibat kebakaran hutan itu. Dinas Kesehatan dan BPBD Mimika juga sudah melakukan pembagian masker bahkan rumah sakit kami sudah tingkatkan pelayanannya,\" ujarnya.<\/p> Rettob mengatakan langkah pemerintah daerah dilakukan untuk melindungi kesehatan warga dari dampak kabut asap. Namun, ia meminta pemerintah pusat segera menangani sumber kebakaran dengan memadamkan api di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Ia menyebut kabut asap berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat di wilayah yang dipimpinnya. Kualitas udara semakin buruk, sedangkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus meningkat sejak kabut asap melanda Mimika.<\/p> \"Kondisi udara kita semakin buruk. ISPA juga semakin meningkat terutama pada anak-anak,\" ujarnya.<\/p>*** Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Karhutla di Merauke, Bupati Mimika Minta Bantuan BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 10:30:50","post_modified_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4619,"post_author":"9","post_date":"2026-09-28 14:07:02","post_date_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content":" PROBACA.COM - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahannya pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> Teddy menyampaikan, luas wilayah dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Pemerintah tetap melakukan upaya pemadaman melalui operasi darat dan udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus sebanyak 64 pesawat dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman. Armada itu terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang melakukan water bombing<\/em>.<\/p> Operasi di lapangan juga melibatkan 54.394 personel gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> (BPMI SETPRES)<\/p>*** Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-28 14:07:02","post_modified_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4494,"post_author":"9","post_date":"2026-09-24 22:16:51","post_date_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah penyebaran kebakaran, serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.<\/p> Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa seluruh kekuatan pemerintah terus digerakkan dalam penanganan karhutla. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.<\/p> Teddy menjelaskan, luas wilayah Indonesia dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran. Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilakukan secara berkelanjutan melalui operasi darat maupun udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus 2026 pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat untuk mendukung pemadaman karhutla. Armada tersebut terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang menjalankan operasi water bombing<\/em>.<\/p> Operasi udara itu didukung 54.394 personel gabungan yang bertugas di lapangan. Mereka berasal dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-24 22:16:51","post_modified_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4371,"post_author":"9","post_date":"2026-09-22 16:17:11","post_date_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content":" PROBACA.ID - Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah pada Senin (21\/9\/2026). Kondisi tersebut membuat langit tampak berwarna oranye dan jarak pandang warga menurun hingga sekitar 500 meter.<\/p> Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan kondisi itu dalam keterangannya pada Selasa (21\/9\/2026).<\/p> Selain mengganggu jarak pandang, kebakaran juga berdampak pada kualitas udara. Berdasarkan Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah berada dalam kategori berbahaya.<\/p> Wilayah yang disebut dalam data tersebut meliputi Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Kota Pontianak.<\/p> Laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 142.000 hotspot selama periode 1 Januari hingga 19 September 2026. Dalam periode yang sama, terdapat sekitar 3.800 kejadian karhutla.<\/p> Luas lahan yang telah ditangani akibat karhutla tersebut mencapai hampir 13.000 hektare. Data itu berasal dari laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Asap Karhutla Membuat Langit Kalimantan Tengah Berwarna Oranye","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-22 16:17:11","post_modified_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3137,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 17:03:50","post_date_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026. Pertemuan itu membahas kondisi terkini sekaligus evaluasi penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.<\/p> Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah meliputi penanganan pascagempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan beserta dampak asapnya.<\/p> Dalam pengantarnya, Presiden mengingatkan bahwa posisi Indonesia di kawasan cincin api atau ring of fire<\/i> membuat kesiapan menghadapi bencana harus dibangun setiap saat.<\/p> \u201cIni adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire, jadi ini membawa kita untuk siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai pengalaman menghadapi berbagai bencana menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas mitigasi nasional. Ia meminta alokasi anggaran untuk kebutuhan tersebut diperbesar agar pemerintah memiliki kesiapan yang lebih kuat sebelum bencana terjadi.<\/p> \u201cAlokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara segera signifikan. Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu,\u201d tegas Presiden.<\/p> Menurut Kepala Negara, kecepatan dan skala respons pemerintah dalam menangani sejumlah bencana sebelumnya juga mengalami peningkatan. Ia mencontohkan pengerahan kekuatan nasional secara masif dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.<\/p> \u201cKita pulihkan keadaan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil, kita atasi. Saya ucapkan terima kasih ke semua unsur,\u201d ucapnya.<\/p> Dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan, Presiden meminta pemerintah memperkuat peralihan dari pola reaktif menuju langkah antisipatif. Perencanaan kesiapsiagaan, kata dia, perlu memastikan helikopter, pompa air, kendaraan pemadam, hingga ekskavator sudah tersedia di wilayah rawan jauh sebelum bencana berlangsung.<\/p> \u201cSaya minta pemikiran kita, dalam perencanaan kita gunakan prinsip lebih baik lebih daripada kurang. Artinya, ini juga nanti Menteri Sesneg siapkan juga, beritahu juga Menteri Keuangan, Menteri Bappenas. Berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik,\u201d jelasnya.<\/p> Presiden juga meminta pemerintah menyusun master plan mitigasi yang menyeluruh dan masif. Rencana tersebut mencakup pemanfaatan kapal induk yang akan dimodifikasi untuk mendukung operasi helikopter dan drone, penambahan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca, serta pengembangan teknologi drone bagi pemadaman dari udara.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian, jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d tegas Presiden.<\/p> Untuk penanganan gempa bumi di Flores, Presiden ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat di seluruh kabupaten terdampak segera dipulihkan, termasuk daerah yang belum didatanginya secara langsung.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden meminta laporan berjenjang dari Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), TNI, Polri, serta pemerintah daerah.<\/p> Rapat tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam menghadapi ancaman bencana dengan memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapan, dan mengerahkan seluruh kekuatan negara untuk melindungi masyarakat. Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak cukup mengandalkan respons cepat, tetapi juga membutuhkan kesiapan negara sebelum bencana terjadi.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Dorong Penguatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 17:03:50","post_modified_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6078,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 14:38:55","post_date_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content":" PROBACA.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Rapat tersebut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Pangdam dan Kapolda kedua provinsi tersebut.<\/p> Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, rapat membahas sejumlah perkembangan dan langkah penanganan karhutla. Berdasarkan laporan Kepala BNPB, sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi yang paling terdampak masih dalam proses pemadaman.<\/p> \u201cSaat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,\u201d ujar Seskab Teddy.<\/p> Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata berada di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya, kata Teddy.<\/p> Selain operasi darat, pemadaman juga dilakukan melalui operasi udara. \u201cOperasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,\u201d imbuh Seskab Teddy.<\/p> Teddy menyebut kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.<\/p> \u201cPresiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,\u201d pungkas Seskab Teddy.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n Disadur dari laporan Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Penanganan Karhutla di Enam Provinsi Terus Berlanjut","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 14:38:55","post_modified_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6070,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 10:30:50","post_date_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content":" PROBACA.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Papua, khususnya Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan Mimika menjadi salah satu daerah yang paling terdampak dan meminta pemerintah pusat segera membantu penanganan.<\/p> Dilansir Antara, Selasa (13\/10\/2026), Rettob mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika telah melaporkan kondisi tersebut ke Jakarta agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan.<\/p> \"Kami sudah laporkan ke Jakarta supaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus turun tangan,\" ujarnya.<\/p> Menurut Rettob, kabut asap kiriman dari Merauke membuat wilayah Mimika hampir sepekan tertutup asap tebal yang semakin parah. Pemerintah Kabupaten Mimika kemudian mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD).<\/p> Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMP, SMA, dan SMK tetap berjalan seperti biasa dengan kewajiban menggunakan masker.<\/p> \"Kebakaran hutan bukan di Mimika, yang bisa kami lakukan adalah langkah-langkah penanggulangan seperti pembagian masker. Wilayah kita ini terkena dampak akibat kebakaran hutan itu. Dinas Kesehatan dan BPBD Mimika juga sudah melakukan pembagian masker bahkan rumah sakit kami sudah tingkatkan pelayanannya,\" ujarnya.<\/p> Rettob mengatakan langkah pemerintah daerah dilakukan untuk melindungi kesehatan warga dari dampak kabut asap. Namun, ia meminta pemerintah pusat segera menangani sumber kebakaran dengan memadamkan api di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Ia menyebut kabut asap berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat di wilayah yang dipimpinnya. Kualitas udara semakin buruk, sedangkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus meningkat sejak kabut asap melanda Mimika.<\/p> \"Kondisi udara kita semakin buruk. ISPA juga semakin meningkat terutama pada anak-anak,\" ujarnya.<\/p>*** Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Karhutla di Merauke, Bupati Mimika Minta Bantuan BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 10:30:50","post_modified_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4619,"post_author":"9","post_date":"2026-09-28 14:07:02","post_date_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content":" PROBACA.COM - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahannya pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> Teddy menyampaikan, luas wilayah dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Pemerintah tetap melakukan upaya pemadaman melalui operasi darat dan udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus sebanyak 64 pesawat dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman. Armada itu terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang melakukan water bombing<\/em>.<\/p> Operasi di lapangan juga melibatkan 54.394 personel gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> (BPMI SETPRES)<\/p>*** Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-28 14:07:02","post_modified_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4494,"post_author":"9","post_date":"2026-09-24 22:16:51","post_date_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah penyebaran kebakaran, serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.<\/p> Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa seluruh kekuatan pemerintah terus digerakkan dalam penanganan karhutla. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.<\/p> Teddy menjelaskan, luas wilayah Indonesia dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran. Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilakukan secara berkelanjutan melalui operasi darat maupun udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus 2026 pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat untuk mendukung pemadaman karhutla. Armada tersebut terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang menjalankan operasi water bombing<\/em>.<\/p> Operasi udara itu didukung 54.394 personel gabungan yang bertugas di lapangan. Mereka berasal dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-24 22:16:51","post_modified_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4371,"post_author":"9","post_date":"2026-09-22 16:17:11","post_date_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content":" PROBACA.ID - Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah pada Senin (21\/9\/2026). Kondisi tersebut membuat langit tampak berwarna oranye dan jarak pandang warga menurun hingga sekitar 500 meter.<\/p> Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan kondisi itu dalam keterangannya pada Selasa (21\/9\/2026).<\/p> Selain mengganggu jarak pandang, kebakaran juga berdampak pada kualitas udara. Berdasarkan Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah berada dalam kategori berbahaya.<\/p> Wilayah yang disebut dalam data tersebut meliputi Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Kota Pontianak.<\/p> Laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 142.000 hotspot selama periode 1 Januari hingga 19 September 2026. Dalam periode yang sama, terdapat sekitar 3.800 kejadian karhutla.<\/p> Luas lahan yang telah ditangani akibat karhutla tersebut mencapai hampir 13.000 hektare. Data itu berasal dari laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Asap Karhutla Membuat Langit Kalimantan Tengah Berwarna Oranye","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-22 16:17:11","post_modified_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3137,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 17:03:50","post_date_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026. Pertemuan itu membahas kondisi terkini sekaligus evaluasi penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.<\/p> Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah meliputi penanganan pascagempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan beserta dampak asapnya.<\/p> Dalam pengantarnya, Presiden mengingatkan bahwa posisi Indonesia di kawasan cincin api atau ring of fire<\/i> membuat kesiapan menghadapi bencana harus dibangun setiap saat.<\/p> \u201cIni adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire, jadi ini membawa kita untuk siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai pengalaman menghadapi berbagai bencana menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas mitigasi nasional. Ia meminta alokasi anggaran untuk kebutuhan tersebut diperbesar agar pemerintah memiliki kesiapan yang lebih kuat sebelum bencana terjadi.<\/p> \u201cAlokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara segera signifikan. Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu,\u201d tegas Presiden.<\/p> Menurut Kepala Negara, kecepatan dan skala respons pemerintah dalam menangani sejumlah bencana sebelumnya juga mengalami peningkatan. Ia mencontohkan pengerahan kekuatan nasional secara masif dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.<\/p> \u201cKita pulihkan keadaan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil, kita atasi. Saya ucapkan terima kasih ke semua unsur,\u201d ucapnya.<\/p> Dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan, Presiden meminta pemerintah memperkuat peralihan dari pola reaktif menuju langkah antisipatif. Perencanaan kesiapsiagaan, kata dia, perlu memastikan helikopter, pompa air, kendaraan pemadam, hingga ekskavator sudah tersedia di wilayah rawan jauh sebelum bencana berlangsung.<\/p> \u201cSaya minta pemikiran kita, dalam perencanaan kita gunakan prinsip lebih baik lebih daripada kurang. Artinya, ini juga nanti Menteri Sesneg siapkan juga, beritahu juga Menteri Keuangan, Menteri Bappenas. Berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik,\u201d jelasnya.<\/p> Presiden juga meminta pemerintah menyusun master plan mitigasi yang menyeluruh dan masif. Rencana tersebut mencakup pemanfaatan kapal induk yang akan dimodifikasi untuk mendukung operasi helikopter dan drone, penambahan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca, serta pengembangan teknologi drone bagi pemadaman dari udara.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian, jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d tegas Presiden.<\/p> Untuk penanganan gempa bumi di Flores, Presiden ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat di seluruh kabupaten terdampak segera dipulihkan, termasuk daerah yang belum didatanginya secara langsung.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden meminta laporan berjenjang dari Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), TNI, Polri, serta pemerintah daerah.<\/p> Rapat tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam menghadapi ancaman bencana dengan memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapan, dan mengerahkan seluruh kekuatan negara untuk melindungi masyarakat. Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak cukup mengandalkan respons cepat, tetapi juga membutuhkan kesiapan negara sebelum bencana terjadi.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Dorong Penguatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 17:03:50","post_modified_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6078,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 14:38:55","post_date_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content":" PROBACA.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Rapat tersebut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Pangdam dan Kapolda kedua provinsi tersebut.<\/p> Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, rapat membahas sejumlah perkembangan dan langkah penanganan karhutla. Berdasarkan laporan Kepala BNPB, sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi yang paling terdampak masih dalam proses pemadaman.<\/p> \u201cSaat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,\u201d ujar Seskab Teddy.<\/p> Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata berada di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya, kata Teddy.<\/p> Selain operasi darat, pemadaman juga dilakukan melalui operasi udara. \u201cOperasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,\u201d imbuh Seskab Teddy.<\/p> Teddy menyebut kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.<\/p> \u201cPresiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,\u201d pungkas Seskab Teddy.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n Disadur dari laporan Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Penanganan Karhutla di Enam Provinsi Terus Berlanjut","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 14:38:55","post_modified_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6070,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 10:30:50","post_date_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content":" PROBACA.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Papua, khususnya Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan Mimika menjadi salah satu daerah yang paling terdampak dan meminta pemerintah pusat segera membantu penanganan.<\/p> Dilansir Antara, Selasa (13\/10\/2026), Rettob mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika telah melaporkan kondisi tersebut ke Jakarta agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan.<\/p> \"Kami sudah laporkan ke Jakarta supaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus turun tangan,\" ujarnya.<\/p> Menurut Rettob, kabut asap kiriman dari Merauke membuat wilayah Mimika hampir sepekan tertutup asap tebal yang semakin parah. Pemerintah Kabupaten Mimika kemudian mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD).<\/p> Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMP, SMA, dan SMK tetap berjalan seperti biasa dengan kewajiban menggunakan masker.<\/p> \"Kebakaran hutan bukan di Mimika, yang bisa kami lakukan adalah langkah-langkah penanggulangan seperti pembagian masker. Wilayah kita ini terkena dampak akibat kebakaran hutan itu. Dinas Kesehatan dan BPBD Mimika juga sudah melakukan pembagian masker bahkan rumah sakit kami sudah tingkatkan pelayanannya,\" ujarnya.<\/p> Rettob mengatakan langkah pemerintah daerah dilakukan untuk melindungi kesehatan warga dari dampak kabut asap. Namun, ia meminta pemerintah pusat segera menangani sumber kebakaran dengan memadamkan api di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Ia menyebut kabut asap berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat di wilayah yang dipimpinnya. Kualitas udara semakin buruk, sedangkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus meningkat sejak kabut asap melanda Mimika.<\/p> \"Kondisi udara kita semakin buruk. ISPA juga semakin meningkat terutama pada anak-anak,\" ujarnya.<\/p>*** Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Karhutla di Merauke, Bupati Mimika Minta Bantuan BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 10:30:50","post_modified_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4619,"post_author":"9","post_date":"2026-09-28 14:07:02","post_date_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content":" PROBACA.COM - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahannya pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> Teddy menyampaikan, luas wilayah dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Pemerintah tetap melakukan upaya pemadaman melalui operasi darat dan udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus sebanyak 64 pesawat dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman. Armada itu terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang melakukan water bombing<\/em>.<\/p> Operasi di lapangan juga melibatkan 54.394 personel gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> (BPMI SETPRES)<\/p>*** Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-28 14:07:02","post_modified_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4494,"post_author":"9","post_date":"2026-09-24 22:16:51","post_date_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah penyebaran kebakaran, serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.<\/p> Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa seluruh kekuatan pemerintah terus digerakkan dalam penanganan karhutla. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.<\/p> Teddy menjelaskan, luas wilayah Indonesia dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran. Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilakukan secara berkelanjutan melalui operasi darat maupun udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus 2026 pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat untuk mendukung pemadaman karhutla. Armada tersebut terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang menjalankan operasi water bombing<\/em>.<\/p> Operasi udara itu didukung 54.394 personel gabungan yang bertugas di lapangan. Mereka berasal dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-24 22:16:51","post_modified_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4371,"post_author":"9","post_date":"2026-09-22 16:17:11","post_date_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content":" PROBACA.ID - Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah pada Senin (21\/9\/2026). Kondisi tersebut membuat langit tampak berwarna oranye dan jarak pandang warga menurun hingga sekitar 500 meter.<\/p> Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan kondisi itu dalam keterangannya pada Selasa (21\/9\/2026).<\/p> Selain mengganggu jarak pandang, kebakaran juga berdampak pada kualitas udara. Berdasarkan Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah berada dalam kategori berbahaya.<\/p> Wilayah yang disebut dalam data tersebut meliputi Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Kota Pontianak.<\/p> Laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 142.000 hotspot selama periode 1 Januari hingga 19 September 2026. Dalam periode yang sama, terdapat sekitar 3.800 kejadian karhutla.<\/p> Luas lahan yang telah ditangani akibat karhutla tersebut mencapai hampir 13.000 hektare. Data itu berasal dari laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Asap Karhutla Membuat Langit Kalimantan Tengah Berwarna Oranye","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-22 16:17:11","post_modified_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3137,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 17:03:50","post_date_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026. Pertemuan itu membahas kondisi terkini sekaligus evaluasi penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.<\/p> Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah meliputi penanganan pascagempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan beserta dampak asapnya.<\/p> Dalam pengantarnya, Presiden mengingatkan bahwa posisi Indonesia di kawasan cincin api atau ring of fire<\/i> membuat kesiapan menghadapi bencana harus dibangun setiap saat.<\/p> \u201cIni adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire, jadi ini membawa kita untuk siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai pengalaman menghadapi berbagai bencana menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas mitigasi nasional. Ia meminta alokasi anggaran untuk kebutuhan tersebut diperbesar agar pemerintah memiliki kesiapan yang lebih kuat sebelum bencana terjadi.<\/p> \u201cAlokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara segera signifikan. Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu,\u201d tegas Presiden.<\/p> Menurut Kepala Negara, kecepatan dan skala respons pemerintah dalam menangani sejumlah bencana sebelumnya juga mengalami peningkatan. Ia mencontohkan pengerahan kekuatan nasional secara masif dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.<\/p> \u201cKita pulihkan keadaan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil, kita atasi. Saya ucapkan terima kasih ke semua unsur,\u201d ucapnya.<\/p> Dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan, Presiden meminta pemerintah memperkuat peralihan dari pola reaktif menuju langkah antisipatif. Perencanaan kesiapsiagaan, kata dia, perlu memastikan helikopter, pompa air, kendaraan pemadam, hingga ekskavator sudah tersedia di wilayah rawan jauh sebelum bencana berlangsung.<\/p> \u201cSaya minta pemikiran kita, dalam perencanaan kita gunakan prinsip lebih baik lebih daripada kurang. Artinya, ini juga nanti Menteri Sesneg siapkan juga, beritahu juga Menteri Keuangan, Menteri Bappenas. Berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik,\u201d jelasnya.<\/p> Presiden juga meminta pemerintah menyusun master plan mitigasi yang menyeluruh dan masif. Rencana tersebut mencakup pemanfaatan kapal induk yang akan dimodifikasi untuk mendukung operasi helikopter dan drone, penambahan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca, serta pengembangan teknologi drone bagi pemadaman dari udara.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian, jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d tegas Presiden.<\/p> Untuk penanganan gempa bumi di Flores, Presiden ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat di seluruh kabupaten terdampak segera dipulihkan, termasuk daerah yang belum didatanginya secara langsung.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden meminta laporan berjenjang dari Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), TNI, Polri, serta pemerintah daerah.<\/p> Rapat tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam menghadapi ancaman bencana dengan memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapan, dan mengerahkan seluruh kekuatan negara untuk melindungi masyarakat. Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak cukup mengandalkan respons cepat, tetapi juga membutuhkan kesiapan negara sebelum bencana terjadi.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Dorong Penguatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 17:03:50","post_modified_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6078,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 14:38:55","post_date_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content":" PROBACA.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Rapat tersebut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Pangdam dan Kapolda kedua provinsi tersebut.<\/p> Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, rapat membahas sejumlah perkembangan dan langkah penanganan karhutla. Berdasarkan laporan Kepala BNPB, sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi yang paling terdampak masih dalam proses pemadaman.<\/p> \u201cSaat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,\u201d ujar Seskab Teddy.<\/p> Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata berada di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya, kata Teddy.<\/p> Selain operasi darat, pemadaman juga dilakukan melalui operasi udara. \u201cOperasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,\u201d imbuh Seskab Teddy.<\/p> Teddy menyebut kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.<\/p> \u201cPresiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,\u201d pungkas Seskab Teddy.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n Disadur dari laporan Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Penanganan Karhutla di Enam Provinsi Terus Berlanjut","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 14:38:55","post_modified_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6070,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 10:30:50","post_date_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content":" PROBACA.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Papua, khususnya Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan Mimika menjadi salah satu daerah yang paling terdampak dan meminta pemerintah pusat segera membantu penanganan.<\/p> Dilansir Antara, Selasa (13\/10\/2026), Rettob mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika telah melaporkan kondisi tersebut ke Jakarta agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan.<\/p> \"Kami sudah laporkan ke Jakarta supaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus turun tangan,\" ujarnya.<\/p> Menurut Rettob, kabut asap kiriman dari Merauke membuat wilayah Mimika hampir sepekan tertutup asap tebal yang semakin parah. Pemerintah Kabupaten Mimika kemudian mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD).<\/p> Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMP, SMA, dan SMK tetap berjalan seperti biasa dengan kewajiban menggunakan masker.<\/p> \"Kebakaran hutan bukan di Mimika, yang bisa kami lakukan adalah langkah-langkah penanggulangan seperti pembagian masker. Wilayah kita ini terkena dampak akibat kebakaran hutan itu. Dinas Kesehatan dan BPBD Mimika juga sudah melakukan pembagian masker bahkan rumah sakit kami sudah tingkatkan pelayanannya,\" ujarnya.<\/p> Rettob mengatakan langkah pemerintah daerah dilakukan untuk melindungi kesehatan warga dari dampak kabut asap. Namun, ia meminta pemerintah pusat segera menangani sumber kebakaran dengan memadamkan api di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Ia menyebut kabut asap berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat di wilayah yang dipimpinnya. Kualitas udara semakin buruk, sedangkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus meningkat sejak kabut asap melanda Mimika.<\/p> \"Kondisi udara kita semakin buruk. ISPA juga semakin meningkat terutama pada anak-anak,\" ujarnya.<\/p>*** Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Karhutla di Merauke, Bupati Mimika Minta Bantuan BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 10:30:50","post_modified_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4619,"post_author":"9","post_date":"2026-09-28 14:07:02","post_date_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content":" PROBACA.COM - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahannya pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> Teddy menyampaikan, luas wilayah dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Pemerintah tetap melakukan upaya pemadaman melalui operasi darat dan udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus sebanyak 64 pesawat dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman. Armada itu terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang melakukan water bombing<\/em>.<\/p> Operasi di lapangan juga melibatkan 54.394 personel gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> (BPMI SETPRES)<\/p>*** Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-28 14:07:02","post_modified_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4494,"post_author":"9","post_date":"2026-09-24 22:16:51","post_date_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah penyebaran kebakaran, serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.<\/p> Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa seluruh kekuatan pemerintah terus digerakkan dalam penanganan karhutla. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.<\/p> Teddy menjelaskan, luas wilayah Indonesia dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran. Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilakukan secara berkelanjutan melalui operasi darat maupun udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus 2026 pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat untuk mendukung pemadaman karhutla. Armada tersebut terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang menjalankan operasi water bombing<\/em>.<\/p> Operasi udara itu didukung 54.394 personel gabungan yang bertugas di lapangan. Mereka berasal dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-24 22:16:51","post_modified_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4371,"post_author":"9","post_date":"2026-09-22 16:17:11","post_date_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content":" PROBACA.ID - Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah pada Senin (21\/9\/2026). Kondisi tersebut membuat langit tampak berwarna oranye dan jarak pandang warga menurun hingga sekitar 500 meter.<\/p> Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan kondisi itu dalam keterangannya pada Selasa (21\/9\/2026).<\/p> Selain mengganggu jarak pandang, kebakaran juga berdampak pada kualitas udara. Berdasarkan Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah berada dalam kategori berbahaya.<\/p> Wilayah yang disebut dalam data tersebut meliputi Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Kota Pontianak.<\/p> Laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 142.000 hotspot selama periode 1 Januari hingga 19 September 2026. Dalam periode yang sama, terdapat sekitar 3.800 kejadian karhutla.<\/p> Luas lahan yang telah ditangani akibat karhutla tersebut mencapai hampir 13.000 hektare. Data itu berasal dari laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Asap Karhutla Membuat Langit Kalimantan Tengah Berwarna Oranye","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-22 16:17:11","post_modified_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3137,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 17:03:50","post_date_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026. Pertemuan itu membahas kondisi terkini sekaligus evaluasi penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.<\/p> Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah meliputi penanganan pascagempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan beserta dampak asapnya.<\/p> Dalam pengantarnya, Presiden mengingatkan bahwa posisi Indonesia di kawasan cincin api atau ring of fire<\/i> membuat kesiapan menghadapi bencana harus dibangun setiap saat.<\/p> \u201cIni adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire, jadi ini membawa kita untuk siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai pengalaman menghadapi berbagai bencana menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas mitigasi nasional. Ia meminta alokasi anggaran untuk kebutuhan tersebut diperbesar agar pemerintah memiliki kesiapan yang lebih kuat sebelum bencana terjadi.<\/p> \u201cAlokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara segera signifikan. Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu,\u201d tegas Presiden.<\/p> Menurut Kepala Negara, kecepatan dan skala respons pemerintah dalam menangani sejumlah bencana sebelumnya juga mengalami peningkatan. Ia mencontohkan pengerahan kekuatan nasional secara masif dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.<\/p> \u201cKita pulihkan keadaan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil, kita atasi. Saya ucapkan terima kasih ke semua unsur,\u201d ucapnya.<\/p> Dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan, Presiden meminta pemerintah memperkuat peralihan dari pola reaktif menuju langkah antisipatif. Perencanaan kesiapsiagaan, kata dia, perlu memastikan helikopter, pompa air, kendaraan pemadam, hingga ekskavator sudah tersedia di wilayah rawan jauh sebelum bencana berlangsung.<\/p> \u201cSaya minta pemikiran kita, dalam perencanaan kita gunakan prinsip lebih baik lebih daripada kurang. Artinya, ini juga nanti Menteri Sesneg siapkan juga, beritahu juga Menteri Keuangan, Menteri Bappenas. Berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik,\u201d jelasnya.<\/p> Presiden juga meminta pemerintah menyusun master plan mitigasi yang menyeluruh dan masif. Rencana tersebut mencakup pemanfaatan kapal induk yang akan dimodifikasi untuk mendukung operasi helikopter dan drone, penambahan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca, serta pengembangan teknologi drone bagi pemadaman dari udara.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian, jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d tegas Presiden.<\/p> Untuk penanganan gempa bumi di Flores, Presiden ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat di seluruh kabupaten terdampak segera dipulihkan, termasuk daerah yang belum didatanginya secara langsung.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden meminta laporan berjenjang dari Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), TNI, Polri, serta pemerintah daerah.<\/p> Rapat tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam menghadapi ancaman bencana dengan memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapan, dan mengerahkan seluruh kekuatan negara untuk melindungi masyarakat. Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak cukup mengandalkan respons cepat, tetapi juga membutuhkan kesiapan negara sebelum bencana terjadi.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Dorong Penguatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 17:03:50","post_modified_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6078,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 14:38:55","post_date_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content":" PROBACA.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Rapat tersebut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Pangdam dan Kapolda kedua provinsi tersebut.<\/p> Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, rapat membahas sejumlah perkembangan dan langkah penanganan karhutla. Berdasarkan laporan Kepala BNPB, sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi yang paling terdampak masih dalam proses pemadaman.<\/p> \u201cSaat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,\u201d ujar Seskab Teddy.<\/p> Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata berada di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya, kata Teddy.<\/p> Selain operasi darat, pemadaman juga dilakukan melalui operasi udara. \u201cOperasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,\u201d imbuh Seskab Teddy.<\/p> Teddy menyebut kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.<\/p> \u201cPresiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,\u201d pungkas Seskab Teddy.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n Disadur dari laporan Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Penanganan Karhutla di Enam Provinsi Terus Berlanjut","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 14:38:55","post_modified_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6070,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 10:30:50","post_date_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content":" PROBACA.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Papua, khususnya Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan Mimika menjadi salah satu daerah yang paling terdampak dan meminta pemerintah pusat segera membantu penanganan.<\/p> Dilansir Antara, Selasa (13\/10\/2026), Rettob mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika telah melaporkan kondisi tersebut ke Jakarta agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan.<\/p> \"Kami sudah laporkan ke Jakarta supaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus turun tangan,\" ujarnya.<\/p> Menurut Rettob, kabut asap kiriman dari Merauke membuat wilayah Mimika hampir sepekan tertutup asap tebal yang semakin parah. Pemerintah Kabupaten Mimika kemudian mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD).<\/p> Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMP, SMA, dan SMK tetap berjalan seperti biasa dengan kewajiban menggunakan masker.<\/p> \"Kebakaran hutan bukan di Mimika, yang bisa kami lakukan adalah langkah-langkah penanggulangan seperti pembagian masker. Wilayah kita ini terkena dampak akibat kebakaran hutan itu. Dinas Kesehatan dan BPBD Mimika juga sudah melakukan pembagian masker bahkan rumah sakit kami sudah tingkatkan pelayanannya,\" ujarnya.<\/p> Rettob mengatakan langkah pemerintah daerah dilakukan untuk melindungi kesehatan warga dari dampak kabut asap. Namun, ia meminta pemerintah pusat segera menangani sumber kebakaran dengan memadamkan api di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Ia menyebut kabut asap berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat di wilayah yang dipimpinnya. Kualitas udara semakin buruk, sedangkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus meningkat sejak kabut asap melanda Mimika.<\/p> \"Kondisi udara kita semakin buruk. ISPA juga semakin meningkat terutama pada anak-anak,\" ujarnya.<\/p>*** Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Karhutla di Merauke, Bupati Mimika Minta Bantuan BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 10:30:50","post_modified_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4619,"post_author":"9","post_date":"2026-09-28 14:07:02","post_date_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content":" PROBACA.COM - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahannya pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> Teddy menyampaikan, luas wilayah dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Pemerintah tetap melakukan upaya pemadaman melalui operasi darat dan udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus sebanyak 64 pesawat dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman. Armada itu terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang melakukan water bombing<\/em>.<\/p> Operasi di lapangan juga melibatkan 54.394 personel gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> (BPMI SETPRES)<\/p>*** Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-28 14:07:02","post_modified_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4494,"post_author":"9","post_date":"2026-09-24 22:16:51","post_date_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah penyebaran kebakaran, serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.<\/p> Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa seluruh kekuatan pemerintah terus digerakkan dalam penanganan karhutla. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.<\/p> Teddy menjelaskan, luas wilayah Indonesia dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran. Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilakukan secara berkelanjutan melalui operasi darat maupun udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus 2026 pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat untuk mendukung pemadaman karhutla. Armada tersebut terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang menjalankan operasi water bombing<\/em>.<\/p> Operasi udara itu didukung 54.394 personel gabungan yang bertugas di lapangan. Mereka berasal dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-24 22:16:51","post_modified_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4371,"post_author":"9","post_date":"2026-09-22 16:17:11","post_date_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content":" PROBACA.ID - Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah pada Senin (21\/9\/2026). Kondisi tersebut membuat langit tampak berwarna oranye dan jarak pandang warga menurun hingga sekitar 500 meter.<\/p> Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan kondisi itu dalam keterangannya pada Selasa (21\/9\/2026).<\/p> Selain mengganggu jarak pandang, kebakaran juga berdampak pada kualitas udara. Berdasarkan Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah berada dalam kategori berbahaya.<\/p> Wilayah yang disebut dalam data tersebut meliputi Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Kota Pontianak.<\/p> Laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 142.000 hotspot selama periode 1 Januari hingga 19 September 2026. Dalam periode yang sama, terdapat sekitar 3.800 kejadian karhutla.<\/p> Luas lahan yang telah ditangani akibat karhutla tersebut mencapai hampir 13.000 hektare. Data itu berasal dari laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Asap Karhutla Membuat Langit Kalimantan Tengah Berwarna Oranye","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-22 16:17:11","post_modified_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3137,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 17:03:50","post_date_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026. Pertemuan itu membahas kondisi terkini sekaligus evaluasi penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.<\/p> Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah meliputi penanganan pascagempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan beserta dampak asapnya.<\/p> Dalam pengantarnya, Presiden mengingatkan bahwa posisi Indonesia di kawasan cincin api atau ring of fire<\/i> membuat kesiapan menghadapi bencana harus dibangun setiap saat.<\/p> \u201cIni adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire, jadi ini membawa kita untuk siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai pengalaman menghadapi berbagai bencana menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas mitigasi nasional. Ia meminta alokasi anggaran untuk kebutuhan tersebut diperbesar agar pemerintah memiliki kesiapan yang lebih kuat sebelum bencana terjadi.<\/p> \u201cAlokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara segera signifikan. Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu,\u201d tegas Presiden.<\/p> Menurut Kepala Negara, kecepatan dan skala respons pemerintah dalam menangani sejumlah bencana sebelumnya juga mengalami peningkatan. Ia mencontohkan pengerahan kekuatan nasional secara masif dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.<\/p> \u201cKita pulihkan keadaan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil, kita atasi. Saya ucapkan terima kasih ke semua unsur,\u201d ucapnya.<\/p> Dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan, Presiden meminta pemerintah memperkuat peralihan dari pola reaktif menuju langkah antisipatif. Perencanaan kesiapsiagaan, kata dia, perlu memastikan helikopter, pompa air, kendaraan pemadam, hingga ekskavator sudah tersedia di wilayah rawan jauh sebelum bencana berlangsung.<\/p> \u201cSaya minta pemikiran kita, dalam perencanaan kita gunakan prinsip lebih baik lebih daripada kurang. Artinya, ini juga nanti Menteri Sesneg siapkan juga, beritahu juga Menteri Keuangan, Menteri Bappenas. Berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik,\u201d jelasnya.<\/p> Presiden juga meminta pemerintah menyusun master plan mitigasi yang menyeluruh dan masif. Rencana tersebut mencakup pemanfaatan kapal induk yang akan dimodifikasi untuk mendukung operasi helikopter dan drone, penambahan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca, serta pengembangan teknologi drone bagi pemadaman dari udara.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian, jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d tegas Presiden.<\/p> Untuk penanganan gempa bumi di Flores, Presiden ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat di seluruh kabupaten terdampak segera dipulihkan, termasuk daerah yang belum didatanginya secara langsung.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden meminta laporan berjenjang dari Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), TNI, Polri, serta pemerintah daerah.<\/p> Rapat tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam menghadapi ancaman bencana dengan memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapan, dan mengerahkan seluruh kekuatan negara untuk melindungi masyarakat. Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak cukup mengandalkan respons cepat, tetapi juga membutuhkan kesiapan negara sebelum bencana terjadi.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Dorong Penguatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 17:03:50","post_modified_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6078,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 14:38:55","post_date_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content":" PROBACA.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Rapat tersebut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Pangdam dan Kapolda kedua provinsi tersebut.<\/p> Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, rapat membahas sejumlah perkembangan dan langkah penanganan karhutla. Berdasarkan laporan Kepala BNPB, sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi yang paling terdampak masih dalam proses pemadaman.<\/p> \u201cSaat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,\u201d ujar Seskab Teddy.<\/p> Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata berada di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya, kata Teddy.<\/p> Selain operasi darat, pemadaman juga dilakukan melalui operasi udara. \u201cOperasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,\u201d imbuh Seskab Teddy.<\/p> Teddy menyebut kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.<\/p> \u201cPresiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,\u201d pungkas Seskab Teddy.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n Disadur dari laporan Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Penanganan Karhutla di Enam Provinsi Terus Berlanjut","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 14:38:55","post_modified_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6070,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 10:30:50","post_date_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content":" PROBACA.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Papua, khususnya Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan Mimika menjadi salah satu daerah yang paling terdampak dan meminta pemerintah pusat segera membantu penanganan.<\/p> Dilansir Antara, Selasa (13\/10\/2026), Rettob mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika telah melaporkan kondisi tersebut ke Jakarta agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan.<\/p> \"Kami sudah laporkan ke Jakarta supaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus turun tangan,\" ujarnya.<\/p> Menurut Rettob, kabut asap kiriman dari Merauke membuat wilayah Mimika hampir sepekan tertutup asap tebal yang semakin parah. Pemerintah Kabupaten Mimika kemudian mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD).<\/p> Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMP, SMA, dan SMK tetap berjalan seperti biasa dengan kewajiban menggunakan masker.<\/p> \"Kebakaran hutan bukan di Mimika, yang bisa kami lakukan adalah langkah-langkah penanggulangan seperti pembagian masker. Wilayah kita ini terkena dampak akibat kebakaran hutan itu. Dinas Kesehatan dan BPBD Mimika juga sudah melakukan pembagian masker bahkan rumah sakit kami sudah tingkatkan pelayanannya,\" ujarnya.<\/p> Rettob mengatakan langkah pemerintah daerah dilakukan untuk melindungi kesehatan warga dari dampak kabut asap. Namun, ia meminta pemerintah pusat segera menangani sumber kebakaran dengan memadamkan api di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Ia menyebut kabut asap berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat di wilayah yang dipimpinnya. Kualitas udara semakin buruk, sedangkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus meningkat sejak kabut asap melanda Mimika.<\/p> \"Kondisi udara kita semakin buruk. ISPA juga semakin meningkat terutama pada anak-anak,\" ujarnya.<\/p>*** Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Karhutla di Merauke, Bupati Mimika Minta Bantuan BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 10:30:50","post_modified_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4619,"post_author":"9","post_date":"2026-09-28 14:07:02","post_date_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content":" PROBACA.COM - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahannya pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> Teddy menyampaikan, luas wilayah dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Pemerintah tetap melakukan upaya pemadaman melalui operasi darat dan udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus sebanyak 64 pesawat dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman. Armada itu terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang melakukan water bombing<\/em>.<\/p> Operasi di lapangan juga melibatkan 54.394 personel gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> (BPMI SETPRES)<\/p>*** Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-28 14:07:02","post_modified_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4494,"post_author":"9","post_date":"2026-09-24 22:16:51","post_date_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah penyebaran kebakaran, serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.<\/p> Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa seluruh kekuatan pemerintah terus digerakkan dalam penanganan karhutla. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.<\/p> Teddy menjelaskan, luas wilayah Indonesia dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran. Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilakukan secara berkelanjutan melalui operasi darat maupun udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus 2026 pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat untuk mendukung pemadaman karhutla. Armada tersebut terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang menjalankan operasi water bombing<\/em>.<\/p> Operasi udara itu didukung 54.394 personel gabungan yang bertugas di lapangan. Mereka berasal dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-24 22:16:51","post_modified_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4371,"post_author":"9","post_date":"2026-09-22 16:17:11","post_date_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content":" PROBACA.ID - Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah pada Senin (21\/9\/2026). Kondisi tersebut membuat langit tampak berwarna oranye dan jarak pandang warga menurun hingga sekitar 500 meter.<\/p> Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan kondisi itu dalam keterangannya pada Selasa (21\/9\/2026).<\/p> Selain mengganggu jarak pandang, kebakaran juga berdampak pada kualitas udara. Berdasarkan Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah berada dalam kategori berbahaya.<\/p> Wilayah yang disebut dalam data tersebut meliputi Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Kota Pontianak.<\/p> Laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 142.000 hotspot selama periode 1 Januari hingga 19 September 2026. Dalam periode yang sama, terdapat sekitar 3.800 kejadian karhutla.<\/p> Luas lahan yang telah ditangani akibat karhutla tersebut mencapai hampir 13.000 hektare. Data itu berasal dari laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Asap Karhutla Membuat Langit Kalimantan Tengah Berwarna Oranye","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-22 16:17:11","post_modified_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3137,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 17:03:50","post_date_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026. Pertemuan itu membahas kondisi terkini sekaligus evaluasi penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.<\/p> Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah meliputi penanganan pascagempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan beserta dampak asapnya.<\/p> Dalam pengantarnya, Presiden mengingatkan bahwa posisi Indonesia di kawasan cincin api atau ring of fire<\/i> membuat kesiapan menghadapi bencana harus dibangun setiap saat.<\/p> \u201cIni adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire, jadi ini membawa kita untuk siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai pengalaman menghadapi berbagai bencana menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas mitigasi nasional. Ia meminta alokasi anggaran untuk kebutuhan tersebut diperbesar agar pemerintah memiliki kesiapan yang lebih kuat sebelum bencana terjadi.<\/p> \u201cAlokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara segera signifikan. Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu,\u201d tegas Presiden.<\/p> Menurut Kepala Negara, kecepatan dan skala respons pemerintah dalam menangani sejumlah bencana sebelumnya juga mengalami peningkatan. Ia mencontohkan pengerahan kekuatan nasional secara masif dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.<\/p> \u201cKita pulihkan keadaan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil, kita atasi. Saya ucapkan terima kasih ke semua unsur,\u201d ucapnya.<\/p> Dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan, Presiden meminta pemerintah memperkuat peralihan dari pola reaktif menuju langkah antisipatif. Perencanaan kesiapsiagaan, kata dia, perlu memastikan helikopter, pompa air, kendaraan pemadam, hingga ekskavator sudah tersedia di wilayah rawan jauh sebelum bencana berlangsung.<\/p> \u201cSaya minta pemikiran kita, dalam perencanaan kita gunakan prinsip lebih baik lebih daripada kurang. Artinya, ini juga nanti Menteri Sesneg siapkan juga, beritahu juga Menteri Keuangan, Menteri Bappenas. Berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik,\u201d jelasnya.<\/p> Presiden juga meminta pemerintah menyusun master plan mitigasi yang menyeluruh dan masif. Rencana tersebut mencakup pemanfaatan kapal induk yang akan dimodifikasi untuk mendukung operasi helikopter dan drone, penambahan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca, serta pengembangan teknologi drone bagi pemadaman dari udara.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian, jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d tegas Presiden.<\/p> Untuk penanganan gempa bumi di Flores, Presiden ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat di seluruh kabupaten terdampak segera dipulihkan, termasuk daerah yang belum didatanginya secara langsung.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden meminta laporan berjenjang dari Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), TNI, Polri, serta pemerintah daerah.<\/p> Rapat tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam menghadapi ancaman bencana dengan memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapan, dan mengerahkan seluruh kekuatan negara untuk melindungi masyarakat. Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak cukup mengandalkan respons cepat, tetapi juga membutuhkan kesiapan negara sebelum bencana terjadi.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Dorong Penguatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 17:03:50","post_modified_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6078,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 14:38:55","post_date_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content":" PROBACA.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Rapat tersebut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Pangdam dan Kapolda kedua provinsi tersebut.<\/p> Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, rapat membahas sejumlah perkembangan dan langkah penanganan karhutla. Berdasarkan laporan Kepala BNPB, sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi yang paling terdampak masih dalam proses pemadaman.<\/p> \u201cSaat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,\u201d ujar Seskab Teddy.<\/p> Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata berada di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya, kata Teddy.<\/p> Selain operasi darat, pemadaman juga dilakukan melalui operasi udara. \u201cOperasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,\u201d imbuh Seskab Teddy.<\/p> Teddy menyebut kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.<\/p> \u201cPresiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,\u201d pungkas Seskab Teddy.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n Disadur dari laporan Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Penanganan Karhutla di Enam Provinsi Terus Berlanjut","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 14:38:55","post_modified_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6070,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 10:30:50","post_date_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content":" PROBACA.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Papua, khususnya Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan Mimika menjadi salah satu daerah yang paling terdampak dan meminta pemerintah pusat segera membantu penanganan.<\/p> Dilansir Antara, Selasa (13\/10\/2026), Rettob mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika telah melaporkan kondisi tersebut ke Jakarta agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan.<\/p> \"Kami sudah laporkan ke Jakarta supaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus turun tangan,\" ujarnya.<\/p> Menurut Rettob, kabut asap kiriman dari Merauke membuat wilayah Mimika hampir sepekan tertutup asap tebal yang semakin parah. Pemerintah Kabupaten Mimika kemudian mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD).<\/p> Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMP, SMA, dan SMK tetap berjalan seperti biasa dengan kewajiban menggunakan masker.<\/p> \"Kebakaran hutan bukan di Mimika, yang bisa kami lakukan adalah langkah-langkah penanggulangan seperti pembagian masker. Wilayah kita ini terkena dampak akibat kebakaran hutan itu. Dinas Kesehatan dan BPBD Mimika juga sudah melakukan pembagian masker bahkan rumah sakit kami sudah tingkatkan pelayanannya,\" ujarnya.<\/p> Rettob mengatakan langkah pemerintah daerah dilakukan untuk melindungi kesehatan warga dari dampak kabut asap. Namun, ia meminta pemerintah pusat segera menangani sumber kebakaran dengan memadamkan api di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Ia menyebut kabut asap berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat di wilayah yang dipimpinnya. Kualitas udara semakin buruk, sedangkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus meningkat sejak kabut asap melanda Mimika.<\/p> \"Kondisi udara kita semakin buruk. ISPA juga semakin meningkat terutama pada anak-anak,\" ujarnya.<\/p>*** Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Karhutla di Merauke, Bupati Mimika Minta Bantuan BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 10:30:50","post_modified_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4619,"post_author":"9","post_date":"2026-09-28 14:07:02","post_date_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content":" PROBACA.COM - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahannya pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> Teddy menyampaikan, luas wilayah dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Pemerintah tetap melakukan upaya pemadaman melalui operasi darat dan udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus sebanyak 64 pesawat dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman. Armada itu terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang melakukan water bombing<\/em>.<\/p> Operasi di lapangan juga melibatkan 54.394 personel gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> (BPMI SETPRES)<\/p>*** Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-28 14:07:02","post_modified_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4494,"post_author":"9","post_date":"2026-09-24 22:16:51","post_date_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah penyebaran kebakaran, serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.<\/p> Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa seluruh kekuatan pemerintah terus digerakkan dalam penanganan karhutla. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.<\/p> Teddy menjelaskan, luas wilayah Indonesia dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran. Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilakukan secara berkelanjutan melalui operasi darat maupun udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus 2026 pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat untuk mendukung pemadaman karhutla. Armada tersebut terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang menjalankan operasi water bombing<\/em>.<\/p> Operasi udara itu didukung 54.394 personel gabungan yang bertugas di lapangan. Mereka berasal dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-24 22:16:51","post_modified_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4371,"post_author":"9","post_date":"2026-09-22 16:17:11","post_date_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content":" PROBACA.ID - Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah pada Senin (21\/9\/2026). Kondisi tersebut membuat langit tampak berwarna oranye dan jarak pandang warga menurun hingga sekitar 500 meter.<\/p> Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan kondisi itu dalam keterangannya pada Selasa (21\/9\/2026).<\/p> Selain mengganggu jarak pandang, kebakaran juga berdampak pada kualitas udara. Berdasarkan Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah berada dalam kategori berbahaya.<\/p> Wilayah yang disebut dalam data tersebut meliputi Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Kota Pontianak.<\/p> Laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 142.000 hotspot selama periode 1 Januari hingga 19 September 2026. Dalam periode yang sama, terdapat sekitar 3.800 kejadian karhutla.<\/p> Luas lahan yang telah ditangani akibat karhutla tersebut mencapai hampir 13.000 hektare. Data itu berasal dari laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Asap Karhutla Membuat Langit Kalimantan Tengah Berwarna Oranye","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-22 16:17:11","post_modified_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3137,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 17:03:50","post_date_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026. Pertemuan itu membahas kondisi terkini sekaligus evaluasi penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.<\/p> Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah meliputi penanganan pascagempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan beserta dampak asapnya.<\/p> Dalam pengantarnya, Presiden mengingatkan bahwa posisi Indonesia di kawasan cincin api atau ring of fire<\/i> membuat kesiapan menghadapi bencana harus dibangun setiap saat.<\/p> \u201cIni adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire, jadi ini membawa kita untuk siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai pengalaman menghadapi berbagai bencana menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas mitigasi nasional. Ia meminta alokasi anggaran untuk kebutuhan tersebut diperbesar agar pemerintah memiliki kesiapan yang lebih kuat sebelum bencana terjadi.<\/p> \u201cAlokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara segera signifikan. Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu,\u201d tegas Presiden.<\/p> Menurut Kepala Negara, kecepatan dan skala respons pemerintah dalam menangani sejumlah bencana sebelumnya juga mengalami peningkatan. Ia mencontohkan pengerahan kekuatan nasional secara masif dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.<\/p> \u201cKita pulihkan keadaan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil, kita atasi. Saya ucapkan terima kasih ke semua unsur,\u201d ucapnya.<\/p> Dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan, Presiden meminta pemerintah memperkuat peralihan dari pola reaktif menuju langkah antisipatif. Perencanaan kesiapsiagaan, kata dia, perlu memastikan helikopter, pompa air, kendaraan pemadam, hingga ekskavator sudah tersedia di wilayah rawan jauh sebelum bencana berlangsung.<\/p> \u201cSaya minta pemikiran kita, dalam perencanaan kita gunakan prinsip lebih baik lebih daripada kurang. Artinya, ini juga nanti Menteri Sesneg siapkan juga, beritahu juga Menteri Keuangan, Menteri Bappenas. Berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik,\u201d jelasnya.<\/p> Presiden juga meminta pemerintah menyusun master plan mitigasi yang menyeluruh dan masif. Rencana tersebut mencakup pemanfaatan kapal induk yang akan dimodifikasi untuk mendukung operasi helikopter dan drone, penambahan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca, serta pengembangan teknologi drone bagi pemadaman dari udara.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian, jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d tegas Presiden.<\/p> Untuk penanganan gempa bumi di Flores, Presiden ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat di seluruh kabupaten terdampak segera dipulihkan, termasuk daerah yang belum didatanginya secara langsung.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden meminta laporan berjenjang dari Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), TNI, Polri, serta pemerintah daerah.<\/p> Rapat tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam menghadapi ancaman bencana dengan memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapan, dan mengerahkan seluruh kekuatan negara untuk melindungi masyarakat. Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak cukup mengandalkan respons cepat, tetapi juga membutuhkan kesiapan negara sebelum bencana terjadi.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Dorong Penguatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 17:03:50","post_modified_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6078,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 14:38:55","post_date_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content":" PROBACA.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Rapat tersebut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Pangdam dan Kapolda kedua provinsi tersebut.<\/p> Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, rapat membahas sejumlah perkembangan dan langkah penanganan karhutla. Berdasarkan laporan Kepala BNPB, sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi yang paling terdampak masih dalam proses pemadaman.<\/p> \u201cSaat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,\u201d ujar Seskab Teddy.<\/p> Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata berada di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya, kata Teddy.<\/p> Selain operasi darat, pemadaman juga dilakukan melalui operasi udara. \u201cOperasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,\u201d imbuh Seskab Teddy.<\/p> Teddy menyebut kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.<\/p> \u201cPresiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,\u201d pungkas Seskab Teddy.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n Disadur dari laporan Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Penanganan Karhutla di Enam Provinsi Terus Berlanjut","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 14:38:55","post_modified_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6070,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 10:30:50","post_date_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content":" PROBACA.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Papua, khususnya Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan Mimika menjadi salah satu daerah yang paling terdampak dan meminta pemerintah pusat segera membantu penanganan.<\/p> Dilansir Antara, Selasa (13\/10\/2026), Rettob mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika telah melaporkan kondisi tersebut ke Jakarta agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan.<\/p> \"Kami sudah laporkan ke Jakarta supaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus turun tangan,\" ujarnya.<\/p> Menurut Rettob, kabut asap kiriman dari Merauke membuat wilayah Mimika hampir sepekan tertutup asap tebal yang semakin parah. Pemerintah Kabupaten Mimika kemudian mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD).<\/p> Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMP, SMA, dan SMK tetap berjalan seperti biasa dengan kewajiban menggunakan masker.<\/p> \"Kebakaran hutan bukan di Mimika, yang bisa kami lakukan adalah langkah-langkah penanggulangan seperti pembagian masker. Wilayah kita ini terkena dampak akibat kebakaran hutan itu. Dinas Kesehatan dan BPBD Mimika juga sudah melakukan pembagian masker bahkan rumah sakit kami sudah tingkatkan pelayanannya,\" ujarnya.<\/p> Rettob mengatakan langkah pemerintah daerah dilakukan untuk melindungi kesehatan warga dari dampak kabut asap. Namun, ia meminta pemerintah pusat segera menangani sumber kebakaran dengan memadamkan api di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Ia menyebut kabut asap berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat di wilayah yang dipimpinnya. Kualitas udara semakin buruk, sedangkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus meningkat sejak kabut asap melanda Mimika.<\/p> \"Kondisi udara kita semakin buruk. ISPA juga semakin meningkat terutama pada anak-anak,\" ujarnya.<\/p>*** Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Karhutla di Merauke, Bupati Mimika Minta Bantuan BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 10:30:50","post_modified_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4619,"post_author":"9","post_date":"2026-09-28 14:07:02","post_date_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content":" PROBACA.COM - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahannya pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> Teddy menyampaikan, luas wilayah dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Pemerintah tetap melakukan upaya pemadaman melalui operasi darat dan udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus sebanyak 64 pesawat dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman. Armada itu terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang melakukan water bombing<\/em>.<\/p> Operasi di lapangan juga melibatkan 54.394 personel gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> (BPMI SETPRES)<\/p>*** Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-28 14:07:02","post_modified_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4494,"post_author":"9","post_date":"2026-09-24 22:16:51","post_date_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah penyebaran kebakaran, serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.<\/p> Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa seluruh kekuatan pemerintah terus digerakkan dalam penanganan karhutla. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.<\/p> Teddy menjelaskan, luas wilayah Indonesia dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran. Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilakukan secara berkelanjutan melalui operasi darat maupun udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus 2026 pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat untuk mendukung pemadaman karhutla. Armada tersebut terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang menjalankan operasi water bombing<\/em>.<\/p> Operasi udara itu didukung 54.394 personel gabungan yang bertugas di lapangan. Mereka berasal dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-24 22:16:51","post_modified_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4371,"post_author":"9","post_date":"2026-09-22 16:17:11","post_date_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content":" PROBACA.ID - Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah pada Senin (21\/9\/2026). Kondisi tersebut membuat langit tampak berwarna oranye dan jarak pandang warga menurun hingga sekitar 500 meter.<\/p> Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan kondisi itu dalam keterangannya pada Selasa (21\/9\/2026).<\/p> Selain mengganggu jarak pandang, kebakaran juga berdampak pada kualitas udara. Berdasarkan Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah berada dalam kategori berbahaya.<\/p> Wilayah yang disebut dalam data tersebut meliputi Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Kota Pontianak.<\/p> Laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 142.000 hotspot selama periode 1 Januari hingga 19 September 2026. Dalam periode yang sama, terdapat sekitar 3.800 kejadian karhutla.<\/p> Luas lahan yang telah ditangani akibat karhutla tersebut mencapai hampir 13.000 hektare. Data itu berasal dari laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Asap Karhutla Membuat Langit Kalimantan Tengah Berwarna Oranye","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-22 16:17:11","post_modified_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3137,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 17:03:50","post_date_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026. Pertemuan itu membahas kondisi terkini sekaligus evaluasi penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.<\/p> Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah meliputi penanganan pascagempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan beserta dampak asapnya.<\/p> Dalam pengantarnya, Presiden mengingatkan bahwa posisi Indonesia di kawasan cincin api atau ring of fire<\/i> membuat kesiapan menghadapi bencana harus dibangun setiap saat.<\/p> \u201cIni adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire, jadi ini membawa kita untuk siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai pengalaman menghadapi berbagai bencana menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas mitigasi nasional. Ia meminta alokasi anggaran untuk kebutuhan tersebut diperbesar agar pemerintah memiliki kesiapan yang lebih kuat sebelum bencana terjadi.<\/p> \u201cAlokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara segera signifikan. Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu,\u201d tegas Presiden.<\/p> Menurut Kepala Negara, kecepatan dan skala respons pemerintah dalam menangani sejumlah bencana sebelumnya juga mengalami peningkatan. Ia mencontohkan pengerahan kekuatan nasional secara masif dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.<\/p> \u201cKita pulihkan keadaan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil, kita atasi. Saya ucapkan terima kasih ke semua unsur,\u201d ucapnya.<\/p> Dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan, Presiden meminta pemerintah memperkuat peralihan dari pola reaktif menuju langkah antisipatif. Perencanaan kesiapsiagaan, kata dia, perlu memastikan helikopter, pompa air, kendaraan pemadam, hingga ekskavator sudah tersedia di wilayah rawan jauh sebelum bencana berlangsung.<\/p> \u201cSaya minta pemikiran kita, dalam perencanaan kita gunakan prinsip lebih baik lebih daripada kurang. Artinya, ini juga nanti Menteri Sesneg siapkan juga, beritahu juga Menteri Keuangan, Menteri Bappenas. Berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik,\u201d jelasnya.<\/p> Presiden juga meminta pemerintah menyusun master plan mitigasi yang menyeluruh dan masif. Rencana tersebut mencakup pemanfaatan kapal induk yang akan dimodifikasi untuk mendukung operasi helikopter dan drone, penambahan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca, serta pengembangan teknologi drone bagi pemadaman dari udara.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian, jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d tegas Presiden.<\/p> Untuk penanganan gempa bumi di Flores, Presiden ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat di seluruh kabupaten terdampak segera dipulihkan, termasuk daerah yang belum didatanginya secara langsung.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden meminta laporan berjenjang dari Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), TNI, Polri, serta pemerintah daerah.<\/p> Rapat tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam menghadapi ancaman bencana dengan memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapan, dan mengerahkan seluruh kekuatan negara untuk melindungi masyarakat. Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak cukup mengandalkan respons cepat, tetapi juga membutuhkan kesiapan negara sebelum bencana terjadi.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Dorong Penguatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 17:03:50","post_modified_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n \u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6078,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 14:38:55","post_date_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content":" PROBACA.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Rapat tersebut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Pangdam dan Kapolda kedua provinsi tersebut.<\/p> Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, rapat membahas sejumlah perkembangan dan langkah penanganan karhutla. Berdasarkan laporan Kepala BNPB, sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi yang paling terdampak masih dalam proses pemadaman.<\/p> \u201cSaat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,\u201d ujar Seskab Teddy.<\/p> Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata berada di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya, kata Teddy.<\/p> Selain operasi darat, pemadaman juga dilakukan melalui operasi udara. \u201cOperasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,\u201d imbuh Seskab Teddy.<\/p> Teddy menyebut kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.<\/p> \u201cPresiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,\u201d pungkas Seskab Teddy.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n Disadur dari laporan Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Penanganan Karhutla di Enam Provinsi Terus Berlanjut","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 14:38:55","post_modified_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6070,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 10:30:50","post_date_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content":" PROBACA.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Papua, khususnya Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan Mimika menjadi salah satu daerah yang paling terdampak dan meminta pemerintah pusat segera membantu penanganan.<\/p> Dilansir Antara, Selasa (13\/10\/2026), Rettob mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika telah melaporkan kondisi tersebut ke Jakarta agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan.<\/p> \"Kami sudah laporkan ke Jakarta supaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus turun tangan,\" ujarnya.<\/p> Menurut Rettob, kabut asap kiriman dari Merauke membuat wilayah Mimika hampir sepekan tertutup asap tebal yang semakin parah. Pemerintah Kabupaten Mimika kemudian mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD).<\/p> Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMP, SMA, dan SMK tetap berjalan seperti biasa dengan kewajiban menggunakan masker.<\/p> \"Kebakaran hutan bukan di Mimika, yang bisa kami lakukan adalah langkah-langkah penanggulangan seperti pembagian masker. Wilayah kita ini terkena dampak akibat kebakaran hutan itu. Dinas Kesehatan dan BPBD Mimika juga sudah melakukan pembagian masker bahkan rumah sakit kami sudah tingkatkan pelayanannya,\" ujarnya.<\/p> Rettob mengatakan langkah pemerintah daerah dilakukan untuk melindungi kesehatan warga dari dampak kabut asap. Namun, ia meminta pemerintah pusat segera menangani sumber kebakaran dengan memadamkan api di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Ia menyebut kabut asap berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat di wilayah yang dipimpinnya. Kualitas udara semakin buruk, sedangkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus meningkat sejak kabut asap melanda Mimika.<\/p> \"Kondisi udara kita semakin buruk. ISPA juga semakin meningkat terutama pada anak-anak,\" ujarnya.<\/p>*** Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Karhutla di Merauke, Bupati Mimika Minta Bantuan BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 10:30:50","post_modified_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4619,"post_author":"9","post_date":"2026-09-28 14:07:02","post_date_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content":" PROBACA.COM - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahannya pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> Teddy menyampaikan, luas wilayah dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Pemerintah tetap melakukan upaya pemadaman melalui operasi darat dan udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus sebanyak 64 pesawat dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman. Armada itu terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang melakukan water bombing<\/em>.<\/p> Operasi di lapangan juga melibatkan 54.394 personel gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> (BPMI SETPRES)<\/p>*** Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-28 14:07:02","post_modified_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4494,"post_author":"9","post_date":"2026-09-24 22:16:51","post_date_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah penyebaran kebakaran, serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.<\/p> Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa seluruh kekuatan pemerintah terus digerakkan dalam penanganan karhutla. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.<\/p> Teddy menjelaskan, luas wilayah Indonesia dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran. Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilakukan secara berkelanjutan melalui operasi darat maupun udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus 2026 pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat untuk mendukung pemadaman karhutla. Armada tersebut terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang menjalankan operasi water bombing<\/em>.<\/p> Operasi udara itu didukung 54.394 personel gabungan yang bertugas di lapangan. Mereka berasal dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-24 22:16:51","post_modified_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4371,"post_author":"9","post_date":"2026-09-22 16:17:11","post_date_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content":" PROBACA.ID - Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah pada Senin (21\/9\/2026). Kondisi tersebut membuat langit tampak berwarna oranye dan jarak pandang warga menurun hingga sekitar 500 meter.<\/p> Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan kondisi itu dalam keterangannya pada Selasa (21\/9\/2026).<\/p> Selain mengganggu jarak pandang, kebakaran juga berdampak pada kualitas udara. Berdasarkan Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah berada dalam kategori berbahaya.<\/p> Wilayah yang disebut dalam data tersebut meliputi Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Kota Pontianak.<\/p> Laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 142.000 hotspot selama periode 1 Januari hingga 19 September 2026. Dalam periode yang sama, terdapat sekitar 3.800 kejadian karhutla.<\/p> Luas lahan yang telah ditangani akibat karhutla tersebut mencapai hampir 13.000 hektare. Data itu berasal dari laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Asap Karhutla Membuat Langit Kalimantan Tengah Berwarna Oranye","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-22 16:17:11","post_modified_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3137,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 17:03:50","post_date_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026. Pertemuan itu membahas kondisi terkini sekaligus evaluasi penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.<\/p> Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah meliputi penanganan pascagempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan beserta dampak asapnya.<\/p> Dalam pengantarnya, Presiden mengingatkan bahwa posisi Indonesia di kawasan cincin api atau ring of fire<\/i> membuat kesiapan menghadapi bencana harus dibangun setiap saat.<\/p> \u201cIni adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire, jadi ini membawa kita untuk siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai pengalaman menghadapi berbagai bencana menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas mitigasi nasional. Ia meminta alokasi anggaran untuk kebutuhan tersebut diperbesar agar pemerintah memiliki kesiapan yang lebih kuat sebelum bencana terjadi.<\/p> \u201cAlokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara segera signifikan. Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu,\u201d tegas Presiden.<\/p> Menurut Kepala Negara, kecepatan dan skala respons pemerintah dalam menangani sejumlah bencana sebelumnya juga mengalami peningkatan. Ia mencontohkan pengerahan kekuatan nasional secara masif dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.<\/p> \u201cKita pulihkan keadaan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil, kita atasi. Saya ucapkan terima kasih ke semua unsur,\u201d ucapnya.<\/p> Dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan, Presiden meminta pemerintah memperkuat peralihan dari pola reaktif menuju langkah antisipatif. Perencanaan kesiapsiagaan, kata dia, perlu memastikan helikopter, pompa air, kendaraan pemadam, hingga ekskavator sudah tersedia di wilayah rawan jauh sebelum bencana berlangsung.<\/p> \u201cSaya minta pemikiran kita, dalam perencanaan kita gunakan prinsip lebih baik lebih daripada kurang. Artinya, ini juga nanti Menteri Sesneg siapkan juga, beritahu juga Menteri Keuangan, Menteri Bappenas. Berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik,\u201d jelasnya.<\/p> Presiden juga meminta pemerintah menyusun master plan mitigasi yang menyeluruh dan masif. Rencana tersebut mencakup pemanfaatan kapal induk yang akan dimodifikasi untuk mendukung operasi helikopter dan drone, penambahan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca, serta pengembangan teknologi drone bagi pemadaman dari udara.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian, jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d tegas Presiden.<\/p> Untuk penanganan gempa bumi di Flores, Presiden ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat di seluruh kabupaten terdampak segera dipulihkan, termasuk daerah yang belum didatanginya secara langsung.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden meminta laporan berjenjang dari Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), TNI, Polri, serta pemerintah daerah.<\/p> Rapat tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam menghadapi ancaman bencana dengan memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapan, dan mengerahkan seluruh kekuatan negara untuk melindungi masyarakat. Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak cukup mengandalkan respons cepat, tetapi juga membutuhkan kesiapan negara sebelum bencana terjadi.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Dorong Penguatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 17:03:50","post_modified_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n \u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6078,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 14:38:55","post_date_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content":" PROBACA.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Rapat tersebut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Pangdam dan Kapolda kedua provinsi tersebut.<\/p> Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, rapat membahas sejumlah perkembangan dan langkah penanganan karhutla. Berdasarkan laporan Kepala BNPB, sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi yang paling terdampak masih dalam proses pemadaman.<\/p> \u201cSaat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,\u201d ujar Seskab Teddy.<\/p> Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata berada di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya, kata Teddy.<\/p> Selain operasi darat, pemadaman juga dilakukan melalui operasi udara. \u201cOperasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,\u201d imbuh Seskab Teddy.<\/p> Teddy menyebut kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.<\/p> \u201cPresiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,\u201d pungkas Seskab Teddy.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n Disadur dari laporan Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Penanganan Karhutla di Enam Provinsi Terus Berlanjut","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 14:38:55","post_modified_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6070,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 10:30:50","post_date_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content":" PROBACA.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Papua, khususnya Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan Mimika menjadi salah satu daerah yang paling terdampak dan meminta pemerintah pusat segera membantu penanganan.<\/p> Dilansir Antara, Selasa (13\/10\/2026), Rettob mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika telah melaporkan kondisi tersebut ke Jakarta agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan.<\/p> \"Kami sudah laporkan ke Jakarta supaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus turun tangan,\" ujarnya.<\/p> Menurut Rettob, kabut asap kiriman dari Merauke membuat wilayah Mimika hampir sepekan tertutup asap tebal yang semakin parah. Pemerintah Kabupaten Mimika kemudian mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD).<\/p> Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMP, SMA, dan SMK tetap berjalan seperti biasa dengan kewajiban menggunakan masker.<\/p> \"Kebakaran hutan bukan di Mimika, yang bisa kami lakukan adalah langkah-langkah penanggulangan seperti pembagian masker. Wilayah kita ini terkena dampak akibat kebakaran hutan itu. Dinas Kesehatan dan BPBD Mimika juga sudah melakukan pembagian masker bahkan rumah sakit kami sudah tingkatkan pelayanannya,\" ujarnya.<\/p> Rettob mengatakan langkah pemerintah daerah dilakukan untuk melindungi kesehatan warga dari dampak kabut asap. Namun, ia meminta pemerintah pusat segera menangani sumber kebakaran dengan memadamkan api di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Ia menyebut kabut asap berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat di wilayah yang dipimpinnya. Kualitas udara semakin buruk, sedangkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus meningkat sejak kabut asap melanda Mimika.<\/p> \"Kondisi udara kita semakin buruk. ISPA juga semakin meningkat terutama pada anak-anak,\" ujarnya.<\/p>*** Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Karhutla di Merauke, Bupati Mimika Minta Bantuan BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 10:30:50","post_modified_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4619,"post_author":"9","post_date":"2026-09-28 14:07:02","post_date_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content":" PROBACA.COM - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahannya pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> Teddy menyampaikan, luas wilayah dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Pemerintah tetap melakukan upaya pemadaman melalui operasi darat dan udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus sebanyak 64 pesawat dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman. Armada itu terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang melakukan water bombing<\/em>.<\/p> Operasi di lapangan juga melibatkan 54.394 personel gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> (BPMI SETPRES)<\/p>*** Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-28 14:07:02","post_modified_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4494,"post_author":"9","post_date":"2026-09-24 22:16:51","post_date_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah penyebaran kebakaran, serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.<\/p> Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa seluruh kekuatan pemerintah terus digerakkan dalam penanganan karhutla. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.<\/p> Teddy menjelaskan, luas wilayah Indonesia dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran. Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilakukan secara berkelanjutan melalui operasi darat maupun udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus 2026 pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat untuk mendukung pemadaman karhutla. Armada tersebut terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang menjalankan operasi water bombing<\/em>.<\/p> Operasi udara itu didukung 54.394 personel gabungan yang bertugas di lapangan. Mereka berasal dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-24 22:16:51","post_modified_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4371,"post_author":"9","post_date":"2026-09-22 16:17:11","post_date_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content":" PROBACA.ID - Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah pada Senin (21\/9\/2026). Kondisi tersebut membuat langit tampak berwarna oranye dan jarak pandang warga menurun hingga sekitar 500 meter.<\/p> Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan kondisi itu dalam keterangannya pada Selasa (21\/9\/2026).<\/p> Selain mengganggu jarak pandang, kebakaran juga berdampak pada kualitas udara. Berdasarkan Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah berada dalam kategori berbahaya.<\/p> Wilayah yang disebut dalam data tersebut meliputi Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Kota Pontianak.<\/p> Laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 142.000 hotspot selama periode 1 Januari hingga 19 September 2026. Dalam periode yang sama, terdapat sekitar 3.800 kejadian karhutla.<\/p> Luas lahan yang telah ditangani akibat karhutla tersebut mencapai hampir 13.000 hektare. Data itu berasal dari laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Asap Karhutla Membuat Langit Kalimantan Tengah Berwarna Oranye","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-22 16:17:11","post_modified_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/asap-karhutla-membuat-langit-kalimantan-tengah-berwarna-oranye\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3137,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 17:03:50","post_date_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026. Pertemuan itu membahas kondisi terkini sekaligus evaluasi penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.<\/p> Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah meliputi penanganan pascagempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan beserta dampak asapnya.<\/p> Dalam pengantarnya, Presiden mengingatkan bahwa posisi Indonesia di kawasan cincin api atau ring of fire<\/i> membuat kesiapan menghadapi bencana harus dibangun setiap saat.<\/p> \u201cIni adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire, jadi ini membawa kita untuk siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai pengalaman menghadapi berbagai bencana menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas mitigasi nasional. Ia meminta alokasi anggaran untuk kebutuhan tersebut diperbesar agar pemerintah memiliki kesiapan yang lebih kuat sebelum bencana terjadi.<\/p> \u201cAlokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara segera signifikan. Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu,\u201d tegas Presiden.<\/p> Menurut Kepala Negara, kecepatan dan skala respons pemerintah dalam menangani sejumlah bencana sebelumnya juga mengalami peningkatan. Ia mencontohkan pengerahan kekuatan nasional secara masif dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.<\/p> \u201cKita pulihkan keadaan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil, kita atasi. Saya ucapkan terima kasih ke semua unsur,\u201d ucapnya.<\/p> Dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan, Presiden meminta pemerintah memperkuat peralihan dari pola reaktif menuju langkah antisipatif. Perencanaan kesiapsiagaan, kata dia, perlu memastikan helikopter, pompa air, kendaraan pemadam, hingga ekskavator sudah tersedia di wilayah rawan jauh sebelum bencana berlangsung.<\/p> \u201cSaya minta pemikiran kita, dalam perencanaan kita gunakan prinsip lebih baik lebih daripada kurang. Artinya, ini juga nanti Menteri Sesneg siapkan juga, beritahu juga Menteri Keuangan, Menteri Bappenas. Berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik,\u201d jelasnya.<\/p> Presiden juga meminta pemerintah menyusun master plan mitigasi yang menyeluruh dan masif. Rencana tersebut mencakup pemanfaatan kapal induk yang akan dimodifikasi untuk mendukung operasi helikopter dan drone, penambahan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca, serta pengembangan teknologi drone bagi pemadaman dari udara.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian, jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d tegas Presiden.<\/p> Untuk penanganan gempa bumi di Flores, Presiden ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat di seluruh kabupaten terdampak segera dipulihkan, termasuk daerah yang belum didatanginya secara langsung.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden meminta laporan berjenjang dari Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), TNI, Polri, serta pemerintah daerah.<\/p> Rapat tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam menghadapi ancaman bencana dengan memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapan, dan mengerahkan seluruh kekuatan negara untuk melindungi masyarakat. Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak cukup mengandalkan respons cepat, tetapi juga membutuhkan kesiapan negara sebelum bencana terjadi.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Dorong Penguatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 17:03:50","post_modified_gmt":"2026-09-07 09:03:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-dorong-penguatan-mitigasi-dan-kesiapsiagaan-bencana\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n \u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n \u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6078,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 14:38:55","post_date_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content":" PROBACA.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Rapat tersebut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Pangdam dan Kapolda kedua provinsi tersebut.<\/p> Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, rapat membahas sejumlah perkembangan dan langkah penanganan karhutla. Berdasarkan laporan Kepala BNPB, sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi yang paling terdampak masih dalam proses pemadaman.<\/p> \u201cSaat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,\u201d ujar Seskab Teddy.<\/p> Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata berada di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya, kata Teddy.<\/p> Selain operasi darat, pemadaman juga dilakukan melalui operasi udara. \u201cOperasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,\u201d imbuh Seskab Teddy.<\/p> Teddy menyebut kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.<\/p> \u201cPresiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,\u201d pungkas Seskab Teddy.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n Disadur dari laporan Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Penanganan Karhutla di Enam Provinsi Terus Berlanjut","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 14:38:55","post_modified_gmt":"2026-10-13 06:38:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/penanganan-karhutla-di-enam-provinsi-terus-berlanjut\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6070,"post_author":"9","post_date":"2026-10-13 10:30:50","post_date_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content":" PROBACA.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Papua, khususnya Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan Mimika menjadi salah satu daerah yang paling terdampak dan meminta pemerintah pusat segera membantu penanganan.<\/p> Dilansir Antara, Selasa (13\/10\/2026), Rettob mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika telah melaporkan kondisi tersebut ke Jakarta agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan.<\/p> \"Kami sudah laporkan ke Jakarta supaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus turun tangan,\" ujarnya.<\/p> Menurut Rettob, kabut asap kiriman dari Merauke membuat wilayah Mimika hampir sepekan tertutup asap tebal yang semakin parah. Pemerintah Kabupaten Mimika kemudian mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD).<\/p> Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMP, SMA, dan SMK tetap berjalan seperti biasa dengan kewajiban menggunakan masker.<\/p> \"Kebakaran hutan bukan di Mimika, yang bisa kami lakukan adalah langkah-langkah penanggulangan seperti pembagian masker. Wilayah kita ini terkena dampak akibat kebakaran hutan itu. Dinas Kesehatan dan BPBD Mimika juga sudah melakukan pembagian masker bahkan rumah sakit kami sudah tingkatkan pelayanannya,\" ujarnya.<\/p> Rettob mengatakan langkah pemerintah daerah dilakukan untuk melindungi kesehatan warga dari dampak kabut asap. Namun, ia meminta pemerintah pusat segera menangani sumber kebakaran dengan memadamkan api di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Ia menyebut kabut asap berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat di wilayah yang dipimpinnya. Kualitas udara semakin buruk, sedangkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus meningkat sejak kabut asap melanda Mimika.<\/p> \"Kondisi udara kita semakin buruk. ISPA juga semakin meningkat terutama pada anak-anak,\" ujarnya.<\/p>*** Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Karhutla di Merauke, Bupati Mimika Minta Bantuan BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-13 10:30:50","post_modified_gmt":"2026-10-13 02:30:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/karhutla-di-merauke-bupati-mimika-minta-bantuan-bnpb\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4619,"post_author":"9","post_date":"2026-09-28 14:07:02","post_date_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content":" PROBACA.COM - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahannya pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> Teddy menyampaikan, luas wilayah dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Pemerintah tetap melakukan upaya pemadaman melalui operasi darat dan udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus sebanyak 64 pesawat dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman. Armada itu terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang melakukan water bombing<\/em>.<\/p> Operasi di lapangan juga melibatkan 54.394 personel gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> (BPMI SETPRES)<\/p>*** Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-28 14:07:02","post_modified_gmt":"2026-09-28 06:07:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4494,"post_author":"9","post_date":"2026-09-24 22:16:51","post_date_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah penyebaran kebakaran, serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.<\/p> Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa seluruh kekuatan pemerintah terus digerakkan dalam penanganan karhutla. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan pada Minggu, 20 September 2026.<\/p> \u201cDari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,\u201d demikian keterangan tertulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.<\/p> Teddy menjelaskan, luas wilayah Indonesia dan kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran. Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilakukan secara berkelanjutan melalui operasi darat maupun udara.<\/p> \u201cLuasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,\u201d lanjutnya.<\/p> Menurut Teddy, sejak Agustus 2026 pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat untuk mendukung pemadaman karhutla. Armada tersebut terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI yang menjalankan operasi water bombing<\/em>.<\/p> Operasi udara itu didukung 54.394 personel gabungan yang bertugas di lapangan. Mereka berasal dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.<\/p> \u201cSejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,\u201d katanya.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Sumber: Setkab RI<\/em><\/p>","post_title":"Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel Tangani Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-24 22:16:51","post_modified_gmt":"2026-09-24 14:16:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemerintah-kerahkan-64-pesawat-dan-54-394-personel-tangani-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4371,"post_author":"9","post_date":"2026-09-22 16:17:11","post_date_gmt":"2026-09-22 08:17:11","post_content":" PROBACA.ID - Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah pada Senin (21\/9\/2026). Kondisi tersebut membuat langit tampak berwarna oranye dan jarak pandang warga menurun hingga sekitar 500 meter.<\/p> Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan kondisi itu dalam keterangannya pada Selasa (21\/9\/2026).<\/p> Selain mengganggu jarak pandang, kebakaran juga berdampak pada kualitas udara. Berdasarkan Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah berada dalam kategori berbahaya.<\/p> Wilayah yang disebut dalam data tersebut meliputi Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Kota Pontianak.<\/p> Laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 142.000 hotspot selama periode 1 Januari hingga 19 September 2026. Dalam periode yang sama, terdapat sekitar 3.800 kejadian karhutla.<\/p> Luas lahan yang telah ditangani akibat karhutla tersebut mencapai hampir 13.000 hektare. Data itu berasal dari laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah.<\/p>***Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/em>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nKekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/em>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nKekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/em>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nKekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/em>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nKekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/em>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nKekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/em>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nKekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/em>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nKekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/em>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nKekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/em>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nKekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/em>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nKekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/em>\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n