\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

BERITA TERBARU

\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

BERITA TERBARU

\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

BERITA TERBARU

\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

BERITA TERBARU

\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

BERITA TERBARU

\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

BERITA TERBARU

\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

BERITA TERBARU

\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

BERITA TERBARU

\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

BERITA TERBARU

\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

BERITA TERBARU

\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

BERITA TERBARU

\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

BERITA TERBARU

\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

BERITA TERBARU

\n

APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

BERITA TERBARU

\n

Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

BERITA TERBARU

\n

YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

BERITA TERBARU

\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
\n

Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
    \n
  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
    \n
  • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
    \n
  • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
    \n
  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
    \n
  • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
    \n
      \n
    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
      \n
      \n
        \n
      • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
      • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
      • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
      • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
      • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
      • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

        Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

        YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

        Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

        APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

        Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

        Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

        APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

        Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

        Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

        APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

        Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

        APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

        Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

        APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

        Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

        Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

        Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

        Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

        Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
        \n

        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
        \n
          \n
        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
          \n

          Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

          Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
          \n
            \n
          • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
          • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
          • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
          • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
          • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
          • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

            Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

            YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

            Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

            APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

            Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

            Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

            APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

            Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

            Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

            APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

            Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

            APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

            Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

            APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

            Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

            Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

            Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

            Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

            Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
            \n

            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
            \n
              \n
            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
              \n

              Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

              Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

              Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

              Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
              \n
                \n
              • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
              • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
              • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
              • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
              • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
              • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                \n

                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                \n
                  \n
                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                  \n
                • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                  Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                  Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                  Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                  Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                  Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                  \n
                    \n
                  • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                  • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                  • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                    Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                    \n
                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                    \n
                      \n
                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                      \n
                    • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                    • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                    • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                      Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                      Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                      Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                      Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                      Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                      \n
                        \n
                      • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                      • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                      • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                      • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                      • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                      • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                        Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                        YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                        Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                        APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                        Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                        Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                        APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                        Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                        Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                        APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                        Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                        APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                        Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                        APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                        Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                        Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                        Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                        Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                        Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                        \n
                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                        \n
                          \n
                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                          \n
                        • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                        • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                        • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                        • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                        • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                          Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                          Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                          Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                          Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                          Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                          \n
                            \n
                          • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                          • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                          • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                          • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                          • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                          • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                            Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                            YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                            Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                            APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                            Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                            Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                            APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                            Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                            Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                            APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                            Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                            APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                            Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                            APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                            Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                            Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                            Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                            Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                            Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                            \n
                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                            \n
                              \n
                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                              \n
                                \n
                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                \n
                                  \n
                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                  \n

                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                    \n
                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                    \n
                                      \n
                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                      \n

                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                        \n
                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                        \n
                                          \n
                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                          \n

                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                            \n
                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                            \n
                                              \n
                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                              \n

                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                \n
                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                \n
                                                  \n
                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                  \n

                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                    \n
                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                    \n
                                                      \n
                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                      \n

                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                        \n
                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                        \n
                                                          \n
                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                          \n

                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                            \n
                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                            \n
                                                              \n
                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                              \n

                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                \n
                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                \n
                                                                  \n
                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                  \n

                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                    \n
                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                    \n
                                                                      \n
                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                      \n

                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                        \n
                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                        \n
                                                                          \n
                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                          \n

                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                            \n
                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                            \n
                                                                              \n
                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                              \n

                                                                              \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                \n
                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                \n
                                                                                  \n
                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                  \n

                                                                                  Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    \n
                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                    \n
                                                                                      \n
                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                      \n

                                                                                      Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                        \n
                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                        \n
                                                                                          \n
                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                          \n

                                                                                          \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            \n
                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                            \n
                                                                                              \n
                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                              \n

                                                                                              Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                \n
                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                \n
                                                                                                  \n
                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                  \n

                                                                                                  Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    \n
                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                    \n
                                                                                                      \n
                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                      \n

                                                                                                      Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        \n
                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                        \n
                                                                                                          \n
                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                          \n

                                                                                                          KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            \n
                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                            \n
                                                                                                              \n
                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                              \n

                                                                                                              Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                              KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                \n
                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                \n
                                                                                                                  \n
                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                  \n

                                                                                                                  \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                  KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    \n
                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                    \n
                                                                                                                      \n
                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                      \n

                                                                                                                      Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                      KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                        \n
                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                        \n
                                                                                                                          \n
                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                          \n

                                                                                                                          Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                          KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            \n
                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                            \n
                                                                                                                              \n
                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                              \n

                                                                                                                              Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                              KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                \n
                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                \n
                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                  Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                  KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                      Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                      KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                          \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                          KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                              Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                              KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                  Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                  KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                      Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                      KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                          KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                              KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                  KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                      KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                          KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                              KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                  KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                      KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                          KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                              KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                  Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                  \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                  Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                  Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                  Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                  Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                  Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                  Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                  Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                      Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                      Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                      \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                      Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                      Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                      Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                      Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                      Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                      Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                      Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                      KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                          Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                          Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                          \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                          Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                          Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                          Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                          Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                          Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                          Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                          Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                          KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                              Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                              Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                              \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                              Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                              Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                              Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                              Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                              Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                              Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                              Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                              KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                  Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                  Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                  \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                  Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                  Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                  Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                  Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                  Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                  Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                  KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                      Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                      Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                      \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                      Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                      Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                      Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                      Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                      Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                      Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                          Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                          \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                          Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                          Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                          Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                          Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                          Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                          Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                          KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                              Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                              \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                              Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                              Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                              Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                              Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                              Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                              Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                              KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                  Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                  \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                  Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                  Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                  Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                  Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                  Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                  Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                  KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                      Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                      \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                      Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                      Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                      Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                      Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                      Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                      Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                      KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                          Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                          \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                          Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                          Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                          Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                          Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                          Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                          Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                              Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                              \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                              Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                              Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                              Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                              Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                              Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                              Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                              KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                  Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                  \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                  Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                  Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                  Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                  Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                  Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                  KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                      Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                      \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                      Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                      Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                      Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                      Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                      Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                      KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                          Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                          \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                          Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                          Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                          Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                          Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                          Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                          KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                              Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                              \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                              Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                              Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                              Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                              Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                              Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                  \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                  Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                  Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                  Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                  Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                  Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                      \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                      Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                      Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                      Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                      Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                      Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                          \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                          Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                          Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                          Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                          Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                          Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Mari jadikan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 sebagai semangat bersama untuk membangun koperasi yang semakin modern, akuntabel, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,\" pungkas Wamenkop. ***<\/p>\n","post_title":"Kemenkop Tegaskan Komitmen Kembalikan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kemenkop-tegaskan-komitmen-kembalikan-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-14 10:13:09","post_modified_gmt":"2026-07-14 02:13:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=733","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                              \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                              Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                              Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                              Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                              Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                              Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi melakukan transformasi total. Peringatan tahunan ini diarahkan sebagai pemantik semangat bersama demi melahirkan ekosistem koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Mari jadikan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 sebagai semangat bersama untuk membangun koperasi yang semakin modern, akuntabel, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,\" pungkas Wamenkop. ***<\/p>\n","post_title":"Kemenkop Tegaskan Komitmen Kembalikan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kemenkop-tegaskan-komitmen-kembalikan-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-14 10:13:09","post_modified_gmt":"2026-07-14 02:13:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=733","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemerintah menilai tema Harkopnas ke-79, yaitu \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\", merepresentasikan filosofi sinergi, kolaborasi, dan soliditas. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan kolektif gerakan koperasi yang berlandaskan gotong royong dan asas kekeluargaan akan menjadi pilar ketahanan sekaligus fondasi utama bagi stabilitas ekonomi bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi melakukan transformasi total. Peringatan tahunan ini diarahkan sebagai pemantik semangat bersama demi melahirkan ekosistem koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Mari jadikan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 sebagai semangat bersama untuk membangun koperasi yang semakin modern, akuntabel, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,\" pungkas Wamenkop. ***<\/p>\n","post_title":"Kemenkop Tegaskan Komitmen Kembalikan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kemenkop-tegaskan-komitmen-kembalikan-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-14 10:13:09","post_modified_gmt":"2026-07-14 02:13:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=733","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                                      Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                                      Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                                      Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Nilai itulah yang menjadi jiwa koperasi, yaitu tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,\" tegas Farida Farichah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemerintah menilai tema Harkopnas ke-79, yaitu \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\", merepresentasikan filosofi sinergi, kolaborasi, dan soliditas. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan kolektif gerakan koperasi yang berlandaskan gotong royong dan asas kekeluargaan akan menjadi pilar ketahanan sekaligus fondasi utama bagi stabilitas ekonomi bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi melakukan transformasi total. Peringatan tahunan ini diarahkan sebagai pemantik semangat bersama demi melahirkan ekosistem koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Mari jadikan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 sebagai semangat bersama untuk membangun koperasi yang semakin modern, akuntabel, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,\" pungkas Wamenkop. ***<\/p>\n","post_title":"Kemenkop Tegaskan Komitmen Kembalikan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kemenkop-tegaskan-komitmen-kembalikan-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-14 10:13:09","post_modified_gmt":"2026-07-14 02:13:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=733","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                                          Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                                          Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                                          Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyatakan bahwa langkah strategis ini merupakan upaya pemerintah dalam mengimplementasikan amanat konstitusi. Sesuai Pasal 33 UUD 1945, perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, di mana nilai tersebut merupakan jiwa dari koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Nilai itulah yang menjadi jiwa koperasi, yaitu tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,\" tegas Farida Farichah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemerintah menilai tema Harkopnas ke-79, yaitu \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\", merepresentasikan filosofi sinergi, kolaborasi, dan soliditas. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan kolektif gerakan koperasi yang berlandaskan gotong royong dan asas kekeluargaan akan menjadi pilar ketahanan sekaligus fondasi utama bagi stabilitas ekonomi bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi melakukan transformasi total. Peringatan tahunan ini diarahkan sebagai pemantik semangat bersama demi melahirkan ekosistem koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Mari jadikan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 sebagai semangat bersama untuk membangun koperasi yang semakin modern, akuntabel, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,\" pungkas Wamenkop. ***<\/p>\n","post_title":"Kemenkop Tegaskan Komitmen Kembalikan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kemenkop-tegaskan-komitmen-kembalikan-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-14 10:13:09","post_modified_gmt":"2026-07-14 02:13:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=733","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                                              Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                                              Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                                              Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya untuk menempatkan kembali koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun ini dijadikan pijakan besar bagi pemerintah untuk membangkitkan dan memodernisasi gerakan koperasi di seluruh penjuru tanah air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyatakan bahwa langkah strategis ini merupakan upaya pemerintah dalam mengimplementasikan amanat konstitusi. Sesuai Pasal 33 UUD 1945, perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, di mana nilai tersebut merupakan jiwa dari koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Nilai itulah yang menjadi jiwa koperasi, yaitu tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,\" tegas Farida Farichah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemerintah menilai tema Harkopnas ke-79, yaitu \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\", merepresentasikan filosofi sinergi, kolaborasi, dan soliditas. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan kolektif gerakan koperasi yang berlandaskan gotong royong dan asas kekeluargaan akan menjadi pilar ketahanan sekaligus fondasi utama bagi stabilitas ekonomi bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi melakukan transformasi total. Peringatan tahunan ini diarahkan sebagai pemantik semangat bersama demi melahirkan ekosistem koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Mari jadikan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 sebagai semangat bersama untuk membangun koperasi yang semakin modern, akuntabel, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,\" pungkas Wamenkop. ***<\/p>\n","post_title":"Kemenkop Tegaskan Komitmen Kembalikan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kemenkop-tegaskan-komitmen-kembalikan-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-14 10:13:09","post_modified_gmt":"2026-07-14 02:13:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=733","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kalau ada pengusaha lokal yang mungkin masih kurang kompetensinya, ya dibantu. Harus ada keberpihakan, ada affirmative action. Nanti dari perusahaan-perusahaan BUMN, dari Danantara, dari Pertamina, mengarahkan bantuan-bantuan teknis karena itu kita ingin semua merasakan dampak dari program ini,\" pungkas Prabowo. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Minta Blok Masela Jadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia Timur","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-blok-masela-jadi-penggerak-ekonomi-dan-kesejahteraan-indonesia-timur","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 12:35:54","post_modified_gmt":"2026-07-19 04:35:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=751","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":733,"post_author":"3","post_date":"2026-07-14 10:13:08","post_date_gmt":"2026-07-14 02:13:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya untuk menempatkan kembali koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun ini dijadikan pijakan besar bagi pemerintah untuk membangkitkan dan memodernisasi gerakan koperasi di seluruh penjuru tanah air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyatakan bahwa langkah strategis ini merupakan upaya pemerintah dalam mengimplementasikan amanat konstitusi. Sesuai Pasal 33 UUD 1945, perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, di mana nilai tersebut merupakan jiwa dari koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Nilai itulah yang menjadi jiwa koperasi, yaitu tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,\" tegas Farida Farichah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemerintah menilai tema Harkopnas ke-79, yaitu \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\", merepresentasikan filosofi sinergi, kolaborasi, dan soliditas. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan kolektif gerakan koperasi yang berlandaskan gotong royong dan asas kekeluargaan akan menjadi pilar ketahanan sekaligus fondasi utama bagi stabilitas ekonomi bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi melakukan transformasi total. Peringatan tahunan ini diarahkan sebagai pemantik semangat bersama demi melahirkan ekosistem koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Mari jadikan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 sebagai semangat bersama untuk membangun koperasi yang semakin modern, akuntabel, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,\" pungkas Wamenkop. ***<\/p>\n","post_title":"Kemenkop Tegaskan Komitmen Kembalikan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kemenkop-tegaskan-komitmen-kembalikan-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-14 10:13:09","post_modified_gmt":"2026-07-14 02:13:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=733","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia juga meminta seluruh pihak mengutamakan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan Blok Masela, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun pelibatan pelaku usaha daerah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Kalau ada pengusaha lokal yang mungkin masih kurang kompetensinya, ya dibantu. Harus ada keberpihakan, ada affirmative action. Nanti dari perusahaan-perusahaan BUMN, dari Danantara, dari Pertamina, mengarahkan bantuan-bantuan teknis karena itu kita ingin semua merasakan dampak dari program ini,\" pungkas Prabowo. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Minta Blok Masela Jadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia Timur","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-blok-masela-jadi-penggerak-ekonomi-dan-kesejahteraan-indonesia-timur","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 12:35:54","post_modified_gmt":"2026-07-19 04:35:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=751","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":733,"post_author":"3","post_date":"2026-07-14 10:13:08","post_date_gmt":"2026-07-14 02:13:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya untuk menempatkan kembali koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun ini dijadikan pijakan besar bagi pemerintah untuk membangkitkan dan memodernisasi gerakan koperasi di seluruh penjuru tanah air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyatakan bahwa langkah strategis ini merupakan upaya pemerintah dalam mengimplementasikan amanat konstitusi. Sesuai Pasal 33 UUD 1945, perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, di mana nilai tersebut merupakan jiwa dari koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Nilai itulah yang menjadi jiwa koperasi, yaitu tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,\" tegas Farida Farichah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemerintah menilai tema Harkopnas ke-79, yaitu \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\", merepresentasikan filosofi sinergi, kolaborasi, dan soliditas. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan kolektif gerakan koperasi yang berlandaskan gotong royong dan asas kekeluargaan akan menjadi pilar ketahanan sekaligus fondasi utama bagi stabilitas ekonomi bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi melakukan transformasi total. Peringatan tahunan ini diarahkan sebagai pemantik semangat bersama demi melahirkan ekosistem koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Mari jadikan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 sebagai semangat bersama untuk membangun koperasi yang semakin modern, akuntabel, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,\" pungkas Wamenkop. ***<\/p>\n","post_title":"Kemenkop Tegaskan Komitmen Kembalikan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kemenkop-tegaskan-komitmen-kembalikan-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-14 10:13:09","post_modified_gmt":"2026-07-14 02:13:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=733","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Semua ini milik rakyat. Tanggung jawab kita adalah menjamin bahwa rakyat merasakan manfaatnya,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia juga meminta seluruh pihak mengutamakan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan Blok Masela, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun pelibatan pelaku usaha daerah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Kalau ada pengusaha lokal yang mungkin masih kurang kompetensinya, ya dibantu. Harus ada keberpihakan, ada affirmative action. Nanti dari perusahaan-perusahaan BUMN, dari Danantara, dari Pertamina, mengarahkan bantuan-bantuan teknis karena itu kita ingin semua merasakan dampak dari program ini,\" pungkas Prabowo. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Minta Blok Masela Jadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia Timur","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-blok-masela-jadi-penggerak-ekonomi-dan-kesejahteraan-indonesia-timur","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 12:35:54","post_modified_gmt":"2026-07-19 04:35:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=751","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":733,"post_author":"3","post_date":"2026-07-14 10:13:08","post_date_gmt":"2026-07-14 02:13:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya untuk menempatkan kembali koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun ini dijadikan pijakan besar bagi pemerintah untuk membangkitkan dan memodernisasi gerakan koperasi di seluruh penjuru tanah air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyatakan bahwa langkah strategis ini merupakan upaya pemerintah dalam mengimplementasikan amanat konstitusi. Sesuai Pasal 33 UUD 1945, perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, di mana nilai tersebut merupakan jiwa dari koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Nilai itulah yang menjadi jiwa koperasi, yaitu tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,\" tegas Farida Farichah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemerintah menilai tema Harkopnas ke-79, yaitu \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\", merepresentasikan filosofi sinergi, kolaborasi, dan soliditas. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan kolektif gerakan koperasi yang berlandaskan gotong royong dan asas kekeluargaan akan menjadi pilar ketahanan sekaligus fondasi utama bagi stabilitas ekonomi bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi melakukan transformasi total. Peringatan tahunan ini diarahkan sebagai pemantik semangat bersama demi melahirkan ekosistem koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Mari jadikan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 sebagai semangat bersama untuk membangun koperasi yang semakin modern, akuntabel, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,\" pungkas Wamenkop. ***<\/p>\n","post_title":"Kemenkop Tegaskan Komitmen Kembalikan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kemenkop-tegaskan-komitmen-kembalikan-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-14 10:13:09","post_modified_gmt":"2026-07-14 02:13:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=733","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Tapi sebaliknya, kita punya tanggung jawab yang besar kepada rakyat kita. Masih banyak yang hidupnya susah,\" imbuhnya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Oleh karena itu, Prabowo menegaskan pembangunan ekonomi, transformasi industri, hilirisasi, hingga industrialisasi harus mampu menghadirkan kemakmuran bagi masyarakat luas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Semua ini milik rakyat. Tanggung jawab kita adalah menjamin bahwa rakyat merasakan manfaatnya,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia juga meminta seluruh pihak mengutamakan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan Blok Masela, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun pelibatan pelaku usaha daerah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Kalau ada pengusaha lokal yang mungkin masih kurang kompetensinya, ya dibantu. Harus ada keberpihakan, ada affirmative action. Nanti dari perusahaan-perusahaan BUMN, dari Danantara, dari Pertamina, mengarahkan bantuan-bantuan teknis karena itu kita ingin semua merasakan dampak dari program ini,\" pungkas Prabowo. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Minta Blok Masela Jadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia Timur","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-blok-masela-jadi-penggerak-ekonomi-dan-kesejahteraan-indonesia-timur","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 12:35:54","post_modified_gmt":"2026-07-19 04:35:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=751","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":733,"post_author":"3","post_date":"2026-07-14 10:13:08","post_date_gmt":"2026-07-14 02:13:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya untuk menempatkan kembali koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun ini dijadikan pijakan besar bagi pemerintah untuk membangkitkan dan memodernisasi gerakan koperasi di seluruh penjuru tanah air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyatakan bahwa langkah strategis ini merupakan upaya pemerintah dalam mengimplementasikan amanat konstitusi. Sesuai Pasal 33 UUD 1945, perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, di mana nilai tersebut merupakan jiwa dari koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Nilai itulah yang menjadi jiwa koperasi, yaitu tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,\" tegas Farida Farichah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemerintah menilai tema Harkopnas ke-79, yaitu \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\", merepresentasikan filosofi sinergi, kolaborasi, dan soliditas. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan kolektif gerakan koperasi yang berlandaskan gotong royong dan asas kekeluargaan akan menjadi pilar ketahanan sekaligus fondasi utama bagi stabilitas ekonomi bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi melakukan transformasi total. Peringatan tahunan ini diarahkan sebagai pemantik semangat bersama demi melahirkan ekosistem koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Mari jadikan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 sebagai semangat bersama untuk membangun koperasi yang semakin modern, akuntabel, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,\" pungkas Wamenkop. ***<\/p>\n","post_title":"Kemenkop Tegaskan Komitmen Kembalikan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kemenkop-tegaskan-komitmen-kembalikan-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-14 10:13:09","post_modified_gmt":"2026-07-14 02:13:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=733","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Prabowo mengatakan Indonesia sebagai negara tuan rumah memiliki tanggung jawab untuk memberikan kepastian dan kenyamanan kepada para mitra investasi.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab yang lebih besar kepada rakyat Indonesia yang masih membutuhkan peningkatan kesejahteraan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Tapi sebaliknya, kita punya tanggung jawab yang besar kepada rakyat kita. Masih banyak yang hidupnya susah,\" imbuhnya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Oleh karena itu, Prabowo menegaskan pembangunan ekonomi, transformasi industri, hilirisasi, hingga industrialisasi harus mampu menghadirkan kemakmuran bagi masyarakat luas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Semua ini milik rakyat. Tanggung jawab kita adalah menjamin bahwa rakyat merasakan manfaatnya,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia juga meminta seluruh pihak mengutamakan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan Blok Masela, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun pelibatan pelaku usaha daerah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kalau ada pengusaha lokal yang mungkin masih kurang kompetensinya, ya dibantu. Harus ada keberpihakan, ada affirmative action. Nanti dari perusahaan-perusahaan BUMN, dari Danantara, dari Pertamina, mengarahkan bantuan-bantuan teknis karena itu kita ingin semua merasakan dampak dari program ini,\" pungkas Prabowo. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Minta Blok Masela Jadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia Timur","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-blok-masela-jadi-penggerak-ekonomi-dan-kesejahteraan-indonesia-timur","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 12:35:54","post_modified_gmt":"2026-07-19 04:35:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=751","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":733,"post_author":"3","post_date":"2026-07-14 10:13:08","post_date_gmt":"2026-07-14 02:13:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya untuk menempatkan kembali koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun ini dijadikan pijakan besar bagi pemerintah untuk membangkitkan dan memodernisasi gerakan koperasi di seluruh penjuru tanah air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyatakan bahwa langkah strategis ini merupakan upaya pemerintah dalam mengimplementasikan amanat konstitusi. Sesuai Pasal 33 UUD 1945, perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, di mana nilai tersebut merupakan jiwa dari koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Nilai itulah yang menjadi jiwa koperasi, yaitu tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,\" tegas Farida Farichah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemerintah menilai tema Harkopnas ke-79, yaitu \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\", merepresentasikan filosofi sinergi, kolaborasi, dan soliditas. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan kolektif gerakan koperasi yang berlandaskan gotong royong dan asas kekeluargaan akan menjadi pilar ketahanan sekaligus fondasi utama bagi stabilitas ekonomi bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi melakukan transformasi total. Peringatan tahunan ini diarahkan sebagai pemantik semangat bersama demi melahirkan ekosistem koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Mari jadikan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 sebagai semangat bersama untuk membangun koperasi yang semakin modern, akuntabel, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,\" pungkas Wamenkop. ***<\/p>\n","post_title":"Kemenkop Tegaskan Komitmen Kembalikan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kemenkop-tegaskan-komitmen-kembalikan-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-14 10:13:09","post_modified_gmt":"2026-07-14 02:13:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=733","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Jalankan proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan. Para investor harus untung,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Prabowo mengatakan Indonesia sebagai negara tuan rumah memiliki tanggung jawab untuk memberikan kepastian dan kenyamanan kepada para mitra investasi.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab yang lebih besar kepada rakyat Indonesia yang masih membutuhkan peningkatan kesejahteraan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Tapi sebaliknya, kita punya tanggung jawab yang besar kepada rakyat kita. Masih banyak yang hidupnya susah,\" imbuhnya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Oleh karena itu, Prabowo menegaskan pembangunan ekonomi, transformasi industri, hilirisasi, hingga industrialisasi harus mampu menghadirkan kemakmuran bagi masyarakat luas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Semua ini milik rakyat. Tanggung jawab kita adalah menjamin bahwa rakyat merasakan manfaatnya,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia juga meminta seluruh pihak mengutamakan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan Blok Masela, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun pelibatan pelaku usaha daerah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Kalau ada pengusaha lokal yang mungkin masih kurang kompetensinya, ya dibantu. Harus ada keberpihakan, ada affirmative action. Nanti dari perusahaan-perusahaan BUMN, dari Danantara, dari Pertamina, mengarahkan bantuan-bantuan teknis karena itu kita ingin semua merasakan dampak dari program ini,\" pungkas Prabowo. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Minta Blok Masela Jadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia Timur","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-blok-masela-jadi-penggerak-ekonomi-dan-kesejahteraan-indonesia-timur","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 12:35:54","post_modified_gmt":"2026-07-19 04:35:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=751","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":733,"post_author":"3","post_date":"2026-07-14 10:13:08","post_date_gmt":"2026-07-14 02:13:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya untuk menempatkan kembali koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun ini dijadikan pijakan besar bagi pemerintah untuk membangkitkan dan memodernisasi gerakan koperasi di seluruh penjuru tanah air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyatakan bahwa langkah strategis ini merupakan upaya pemerintah dalam mengimplementasikan amanat konstitusi. Sesuai Pasal 33 UUD 1945, perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, di mana nilai tersebut merupakan jiwa dari koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Nilai itulah yang menjadi jiwa koperasi, yaitu tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,\" tegas Farida Farichah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemerintah menilai tema Harkopnas ke-79, yaitu \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\", merepresentasikan filosofi sinergi, kolaborasi, dan soliditas. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan kolektif gerakan koperasi yang berlandaskan gotong royong dan asas kekeluargaan akan menjadi pilar ketahanan sekaligus fondasi utama bagi stabilitas ekonomi bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi melakukan transformasi total. Peringatan tahunan ini diarahkan sebagai pemantik semangat bersama demi melahirkan ekosistem koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Mari jadikan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 sebagai semangat bersama untuk membangun koperasi yang semakin modern, akuntabel, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,\" pungkas Wamenkop. ***<\/p>\n","post_title":"Kemenkop Tegaskan Komitmen Kembalikan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kemenkop-tegaskan-komitmen-kembalikan-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-14 10:13:09","post_modified_gmt":"2026-07-14 02:13:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=733","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan pembangunan proyek energi harus berlandaskan prinsip saling menguntungkan. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan investor memperoleh keuntungan sehingga iklim investasi tetap terjaga. Namun, pada saat yang sama, masyarakat Indonesia juga harus menikmati hasil pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Jalankan proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan. Para investor harus untung,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Prabowo mengatakan Indonesia sebagai negara tuan rumah memiliki tanggung jawab untuk memberikan kepastian dan kenyamanan kepada para mitra investasi.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab yang lebih besar kepada rakyat Indonesia yang masih membutuhkan peningkatan kesejahteraan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Tapi sebaliknya, kita punya tanggung jawab yang besar kepada rakyat kita. Masih banyak yang hidupnya susah,\" imbuhnya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Oleh karena itu, Prabowo menegaskan pembangunan ekonomi, transformasi industri, hilirisasi, hingga industrialisasi harus mampu menghadirkan kemakmuran bagi masyarakat luas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Semua ini milik rakyat. Tanggung jawab kita adalah menjamin bahwa rakyat merasakan manfaatnya,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia juga meminta seluruh pihak mengutamakan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan Blok Masela, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun pelibatan pelaku usaha daerah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Kalau ada pengusaha lokal yang mungkin masih kurang kompetensinya, ya dibantu. Harus ada keberpihakan, ada affirmative action. Nanti dari perusahaan-perusahaan BUMN, dari Danantara, dari Pertamina, mengarahkan bantuan-bantuan teknis karena itu kita ingin semua merasakan dampak dari program ini,\" pungkas Prabowo. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Minta Blok Masela Jadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia Timur","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-blok-masela-jadi-penggerak-ekonomi-dan-kesejahteraan-indonesia-timur","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 12:35:54","post_modified_gmt":"2026-07-19 04:35:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=751","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":733,"post_author":"3","post_date":"2026-07-14 10:13:08","post_date_gmt":"2026-07-14 02:13:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya untuk menempatkan kembali koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun ini dijadikan pijakan besar bagi pemerintah untuk membangkitkan dan memodernisasi gerakan koperasi di seluruh penjuru tanah air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyatakan bahwa langkah strategis ini merupakan upaya pemerintah dalam mengimplementasikan amanat konstitusi. Sesuai Pasal 33 UUD 1945, perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, di mana nilai tersebut merupakan jiwa dari koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Nilai itulah yang menjadi jiwa koperasi, yaitu tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,\" tegas Farida Farichah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemerintah menilai tema Harkopnas ke-79, yaitu \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\", merepresentasikan filosofi sinergi, kolaborasi, dan soliditas. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan kolektif gerakan koperasi yang berlandaskan gotong royong dan asas kekeluargaan akan menjadi pilar ketahanan sekaligus fondasi utama bagi stabilitas ekonomi bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi melakukan transformasi total. Peringatan tahunan ini diarahkan sebagai pemantik semangat bersama demi melahirkan ekosistem koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Mari jadikan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 sebagai semangat bersama untuk membangun koperasi yang semakin modern, akuntabel, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,\" pungkas Wamenkop. ***<\/p>\n","post_title":"Kemenkop Tegaskan Komitmen Kembalikan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kemenkop-tegaskan-komitmen-kembalikan-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-14 10:13:09","post_modified_gmt":"2026-07-14 02:13:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=733","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Saya yakin proyek ini akan menjadi pendorong bagi kemajuan Indonesia, khususnya Indonesia Timur. Ini juga memperkuat kemandirian energi nasional Indonesia dan menjadi tonggak yang penting bagi kesejahteraan Indonesia,\" ujar Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara groundbreaking melalui sambungan Zoom, Kamis (16\/7).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan pembangunan proyek energi harus berlandaskan prinsip saling menguntungkan. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan investor memperoleh keuntungan sehingga iklim investasi tetap terjaga. Namun, pada saat yang sama, masyarakat Indonesia juga harus menikmati hasil pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Jalankan proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan. Para investor harus untung,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Prabowo mengatakan Indonesia sebagai negara tuan rumah memiliki tanggung jawab untuk memberikan kepastian dan kenyamanan kepada para mitra investasi.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab yang lebih besar kepada rakyat Indonesia yang masih membutuhkan peningkatan kesejahteraan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Tapi sebaliknya, kita punya tanggung jawab yang besar kepada rakyat kita. Masih banyak yang hidupnya susah,\" imbuhnya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Oleh karena itu, Prabowo menegaskan pembangunan ekonomi, transformasi industri, hilirisasi, hingga industrialisasi harus mampu menghadirkan kemakmuran bagi masyarakat luas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Semua ini milik rakyat. Tanggung jawab kita adalah menjamin bahwa rakyat merasakan manfaatnya,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia juga meminta seluruh pihak mengutamakan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan Blok Masela, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun pelibatan pelaku usaha daerah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Kalau ada pengusaha lokal yang mungkin masih kurang kompetensinya, ya dibantu. Harus ada keberpihakan, ada affirmative action. Nanti dari perusahaan-perusahaan BUMN, dari Danantara, dari Pertamina, mengarahkan bantuan-bantuan teknis karena itu kita ingin semua merasakan dampak dari program ini,\" pungkas Prabowo. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Minta Blok Masela Jadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia Timur","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-blok-masela-jadi-penggerak-ekonomi-dan-kesejahteraan-indonesia-timur","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 12:35:54","post_modified_gmt":"2026-07-19 04:35:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=751","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":733,"post_author":"3","post_date":"2026-07-14 10:13:08","post_date_gmt":"2026-07-14 02:13:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya untuk menempatkan kembali koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun ini dijadikan pijakan besar bagi pemerintah untuk membangkitkan dan memodernisasi gerakan koperasi di seluruh penjuru tanah air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyatakan bahwa langkah strategis ini merupakan upaya pemerintah dalam mengimplementasikan amanat konstitusi. Sesuai Pasal 33 UUD 1945, perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, di mana nilai tersebut merupakan jiwa dari koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Nilai itulah yang menjadi jiwa koperasi, yaitu tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,\" tegas Farida Farichah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemerintah menilai tema Harkopnas ke-79, yaitu \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\", merepresentasikan filosofi sinergi, kolaborasi, dan soliditas. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan kolektif gerakan koperasi yang berlandaskan gotong royong dan asas kekeluargaan akan menjadi pilar ketahanan sekaligus fondasi utama bagi stabilitas ekonomi bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi melakukan transformasi total. Peringatan tahunan ini diarahkan sebagai pemantik semangat bersama demi melahirkan ekosistem koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Mari jadikan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 sebagai semangat bersama untuk membangun koperasi yang semakin modern, akuntabel, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,\" pungkas Wamenkop. ***<\/p>\n","post_title":"Kemenkop Tegaskan Komitmen Kembalikan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kemenkop-tegaskan-komitmen-kembalikan-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-14 10:13:09","post_modified_gmt":"2026-07-14 02:13:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=733","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurutnya, proyek strategis tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, bukan sekadar menghasilkan keuntungan bagi investor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Saya yakin proyek ini akan menjadi pendorong bagi kemajuan Indonesia, khususnya Indonesia Timur. Ini juga memperkuat kemandirian energi nasional Indonesia dan menjadi tonggak yang penting bagi kesejahteraan Indonesia,\" ujar Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara groundbreaking melalui sambungan Zoom, Kamis (16\/7).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan pembangunan proyek energi harus berlandaskan prinsip saling menguntungkan. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan investor memperoleh keuntungan sehingga iklim investasi tetap terjaga. Namun, pada saat yang sama, masyarakat Indonesia juga harus menikmati hasil pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Jalankan proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan. Para investor harus untung,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Prabowo mengatakan Indonesia sebagai negara tuan rumah memiliki tanggung jawab untuk memberikan kepastian dan kenyamanan kepada para mitra investasi.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab yang lebih besar kepada rakyat Indonesia yang masih membutuhkan peningkatan kesejahteraan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Tapi sebaliknya, kita punya tanggung jawab yang besar kepada rakyat kita. Masih banyak yang hidupnya susah,\" imbuhnya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Oleh karena itu, Prabowo menegaskan pembangunan ekonomi, transformasi industri, hilirisasi, hingga industrialisasi harus mampu menghadirkan kemakmuran bagi masyarakat luas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Semua ini milik rakyat. Tanggung jawab kita adalah menjamin bahwa rakyat merasakan manfaatnya,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia juga meminta seluruh pihak mengutamakan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan Blok Masela, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun pelibatan pelaku usaha daerah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kalau ada pengusaha lokal yang mungkin masih kurang kompetensinya, ya dibantu. Harus ada keberpihakan, ada affirmative action. Nanti dari perusahaan-perusahaan BUMN, dari Danantara, dari Pertamina, mengarahkan bantuan-bantuan teknis karena itu kita ingin semua merasakan dampak dari program ini,\" pungkas Prabowo. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Minta Blok Masela Jadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia Timur","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-blok-masela-jadi-penggerak-ekonomi-dan-kesejahteraan-indonesia-timur","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 12:35:54","post_modified_gmt":"2026-07-19 04:35:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=751","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":733,"post_author":"3","post_date":"2026-07-14 10:13:08","post_date_gmt":"2026-07-14 02:13:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya untuk menempatkan kembali koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun ini dijadikan pijakan besar bagi pemerintah untuk membangkitkan dan memodernisasi gerakan koperasi di seluruh penjuru tanah air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyatakan bahwa langkah strategis ini merupakan upaya pemerintah dalam mengimplementasikan amanat konstitusi. Sesuai Pasal 33 UUD 1945, perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, di mana nilai tersebut merupakan jiwa dari koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Nilai itulah yang menjadi jiwa koperasi, yaitu tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,\" tegas Farida Farichah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemerintah menilai tema Harkopnas ke-79, yaitu \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\", merepresentasikan filosofi sinergi, kolaborasi, dan soliditas. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan kolektif gerakan koperasi yang berlandaskan gotong royong dan asas kekeluargaan akan menjadi pilar ketahanan sekaligus fondasi utama bagi stabilitas ekonomi bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi melakukan transformasi total. Peringatan tahunan ini diarahkan sebagai pemantik semangat bersama demi melahirkan ekosistem koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Mari jadikan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 sebagai semangat bersama untuk membangun koperasi yang semakin modern, akuntabel, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,\" pungkas Wamenkop. ***<\/p>\n","post_title":"Kemenkop Tegaskan Komitmen Kembalikan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kemenkop-tegaskan-komitmen-kembalikan-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-14 10:13:09","post_modified_gmt":"2026-07-14 02:13:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=733","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Presiden Prabowo Subianto meminta Proyek LNG (Liquefied Natural Gas) Abadi Masela di Maluku yang resmi memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) menjadi penggerak kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurutnya, proyek strategis tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, bukan sekadar menghasilkan keuntungan bagi investor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Saya yakin proyek ini akan menjadi pendorong bagi kemajuan Indonesia, khususnya Indonesia Timur. Ini juga memperkuat kemandirian energi nasional Indonesia dan menjadi tonggak yang penting bagi kesejahteraan Indonesia,\" ujar Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara groundbreaking melalui sambungan Zoom, Kamis (16\/7).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan pembangunan proyek energi harus berlandaskan prinsip saling menguntungkan. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan investor memperoleh keuntungan sehingga iklim investasi tetap terjaga. Namun, pada saat yang sama, masyarakat Indonesia juga harus menikmati hasil pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Jalankan proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan. Para investor harus untung,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Prabowo mengatakan Indonesia sebagai negara tuan rumah memiliki tanggung jawab untuk memberikan kepastian dan kenyamanan kepada para mitra investasi.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab yang lebih besar kepada rakyat Indonesia yang masih membutuhkan peningkatan kesejahteraan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Tapi sebaliknya, kita punya tanggung jawab yang besar kepada rakyat kita. Masih banyak yang hidupnya susah,\" imbuhnya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Oleh karena itu, Prabowo menegaskan pembangunan ekonomi, transformasi industri, hilirisasi, hingga industrialisasi harus mampu menghadirkan kemakmuran bagi masyarakat luas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Semua ini milik rakyat. Tanggung jawab kita adalah menjamin bahwa rakyat merasakan manfaatnya,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia juga meminta seluruh pihak mengutamakan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan Blok Masela, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun pelibatan pelaku usaha daerah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Kalau ada pengusaha lokal yang mungkin masih kurang kompetensinya, ya dibantu. Harus ada keberpihakan, ada affirmative action. Nanti dari perusahaan-perusahaan BUMN, dari Danantara, dari Pertamina, mengarahkan bantuan-bantuan teknis karena itu kita ingin semua merasakan dampak dari program ini,\" pungkas Prabowo. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Minta Blok Masela Jadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia Timur","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-blok-masela-jadi-penggerak-ekonomi-dan-kesejahteraan-indonesia-timur","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 12:35:54","post_modified_gmt":"2026-07-19 04:35:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=751","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":733,"post_author":"3","post_date":"2026-07-14 10:13:08","post_date_gmt":"2026-07-14 02:13:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya untuk menempatkan kembali koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun ini dijadikan pijakan besar bagi pemerintah untuk membangkitkan dan memodernisasi gerakan koperasi di seluruh penjuru tanah air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyatakan bahwa langkah strategis ini merupakan upaya pemerintah dalam mengimplementasikan amanat konstitusi. Sesuai Pasal 33 UUD 1945, perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, di mana nilai tersebut merupakan jiwa dari koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Nilai itulah yang menjadi jiwa koperasi, yaitu tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,\" tegas Farida Farichah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemerintah menilai tema Harkopnas ke-79, yaitu \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\", merepresentasikan filosofi sinergi, kolaborasi, dan soliditas. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan kolektif gerakan koperasi yang berlandaskan gotong royong dan asas kekeluargaan akan menjadi pilar ketahanan sekaligus fondasi utama bagi stabilitas ekonomi bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi melakukan transformasi total. Peringatan tahunan ini diarahkan sebagai pemantik semangat bersama demi melahirkan ekosistem koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Mari jadikan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 sebagai semangat bersama untuk membangun koperasi yang semakin modern, akuntabel, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,\" pungkas Wamenkop. ***<\/p>\n","post_title":"Kemenkop Tegaskan Komitmen Kembalikan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kemenkop-tegaskan-komitmen-kembalikan-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-14 10:13:09","post_modified_gmt":"2026-07-14 02:13:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=733","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":726,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:41:03","post_date_gmt":"2026-07-12 14:41:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema \"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya\" di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan kredit skala mikro dan super mikro dengan suku bunga yang jauh lebih murah. Salah satu program unggulan yang akan diintegrasikan adalah pembiayaan tanpa agunan Mekaar, di mana pemerintah memangkas drastis beban bunga tahunan masyarakat dari yang semula sebesar 22 persen menjadi hanya 8 persen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lebih dari sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam konvensional dari dana anggota, KDKMP diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui gerai khusus dalam satu kawasan terpadu, masyarakat nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas vital seperti toko sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, serta apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada apotek di perkotaan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang mencakup gudang penyimpanan serta ruang pendingin agar hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan milik warga tidak cepat membusuk sebelum dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping memfasilitasi permodalan dan perdagangan, KDKMP juga ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah tegas ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk membenahi sistem distribusi nasional agar bantuan negara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup rapat celah praktik jual beli barang subsidi secara bebas di pasar. ***<\/p>\n","post_title":"Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8%, Presiden Prabowo Jadikan KDKMP Motor Ekonomi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pangkas-bunga-kredit-mikro-jadi-8-presiden-prabowo-jadikan-kdkmp-motor-ekonomi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:41:04","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:41:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=726","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":723,"post_author":"3","post_date":"2026-07-12 22:34:07","post_date_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Pemerintah berkomitmen memperkuat sendi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal diintegrasikan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendongkrak produktivitas sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12\/7), Presiden memaparkan bahwa KDKMP akan mengusung konsep layanan satu pintu. Fasilitas yang disediakan mencakup kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, hingga apotek desa.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,\" ujar Presiden Prabowo.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Proteksi Hasil Tani dan Distribusi Subsidi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Demi menjaga stabilitas harga dan kualitas komoditas, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur logistik berupa gudang penyimpanan dan ruang pendingin (cold storage) di tingkat desa. Fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen para petani sebelum didistribusikan ke pasar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, KDKMP akan memegang peran krusial dalam tata kelola komoditas bersubsidi. Presiden menegaskan seluruh barang subsidi wajib disalurkan lewat koperasi ini guna menutup celah komersialisasi bebas dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang berhak.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Terobosan Baru untuk Koperasi Nelayan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sektor pesisir juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah bersiap mengukir sejarah baru dengan melengkapi koperasi nelayan lewat fasilitas pabrik es serta gudang pendingin agar kualitas tangkapan laut tetap terjaga optimal.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tak hanya infrastruktur darat, para nelayan akan difasilitasi kapal-kapal tangkap berukuran besar yang dikelola langsung oleh koperasi. Kendati demikian, bantuan armada ini menggunakan skema pembiayaan mandiri melalui sistem cicilan yang bersumber dari pendapatan hasil tangkapan, bukan sebagai hibah gratis.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui mekanisme pinjaman yang akuntabel ini, perputaran modal diharapkan dapat terus berjalan sehat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. ***<\/p>\n","post_title":"Perkuat Ekonomi Desa dan Pesisir, Presiden Prabowo Siapkan KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Terpadu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-ekonomi-desa-dan-pesisir-presiden-prabowo-siapkan-kdkmp-jadi-pusat-pelayanan-terpadu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-12 22:34:07","post_modified_gmt":"2026-07-12 14:34:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=723","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":693,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:54:08","post_date_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>\u2014Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diperparah oleh fenomena anomali iklim El Nino.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan pantauan data iklim terbaru, fenomena El Nino tersebut diprediksi terus berkembang hingga berpotensi mencapai intensitas yang kuat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 37,6 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, data terkini mencatat sebanyak 47,16 persen wilayah Indonesia juga telah mengalami curah hujan dengan intensitas di bawah normal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Bahkan, pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September,\" ujar Ardhasena dalam keterangan resminya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bahwa penguatan intensitas El Nino ini akan berdampak langsung pada pengurangan volume curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah nusantara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kondisi anomali ini berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih kering dan dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan adaptasi mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, perhatian besar diberikan pada stabilitas sektor ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ardhasena menekankan pentingnya langkah mitigasi strategis bagi para pelaku di sektor pertanian guna menghindari risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Bagi sektor pertanian, beberapa langkah yang sangat penting untuk segera diterapkan antara lain adalah penyesuaian jadwal tanam, optimalisasi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering serta berumur genjah, hingga pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Guna memastikan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mendapatkan data yang akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan iklim global maupun regional secara ketat. BMKG juga akan memperbarui seluruh informasi prediksi iklim ini setiap 10 hari sekali. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Kuat, BMKG Imbau Masyarakat dan Sektor Pertanian Bersiap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-antisipasi-dampak-el-nino-kuat-bmkg-imbau-masyarakat-dan-sektor-pertanian-bersiap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:54:08","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:54:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=693","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tag: Headline

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 4 of 7 1 … 3 4 5 … 7