
Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n
Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n
Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n
Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n
Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n
Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n
Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n
APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n
Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n
Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n
Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n
APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n
Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n
Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n
Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n
APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n
APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n
Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n
Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n
Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n
APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n
APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n
Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n
Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n
Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n
APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n
APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n
APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n
Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n
Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n
Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n
Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n
APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n
APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n
APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n
Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n
Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n
Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n
Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n
APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n
APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n
APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n
Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n
Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n
Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n
APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n
Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n
APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n
APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n
APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n
Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n
Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n
Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n
APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n
Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n
APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n
APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n
APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n
Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n
Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n
Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n
APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n
Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n
APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n
APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n
APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n
Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n
Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n
Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n
APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n
APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n
Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n
APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n
APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n
APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n
Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n
Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n
Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n
Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":4},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};\n
\n
\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\nKriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\nKriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\nKriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\nKriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\nKriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\nKriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n
\n
Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n
Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n
Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
\n
\n